Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Peringati HUT ke 79 RI, Warga Desa Giling Pati Kirab Bendera Raksasa Sepanjang 100 Meter, Begini Penampakannya

Abdul Rochim • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 22:06 WIB

 

DIGOTONG: Siswa-siswi sekolahan di Kecamatan Gunungwungkal membawa bendera merah putih melintasi jalan Desa Giling, Gunungwungkal (16/8). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)    
DIGOTONG: Siswa-siswi sekolahan di Kecamatan Gunungwungkal membawa bendera merah putih melintasi jalan Desa Giling, Gunungwungkal (16/8). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)  

PATI, RADARPATI.ID – Warga Desa Giling, Gunungwungkal, merayakan HUT ke 79 RI dengan cara yang unik.

Mereka menggelar kirab bendera raksasa sepanjang 100 meter dan lebar sekitar 2 meter.

Acara ini melibatkan ratusan warga dan siswa dari tingkat SD hingga MTs yang antusias mengangkat bendera raksasa tersebut.

Selain bendera, gambar Garuda Pancasila juga turut diarak. Beberapa peserta juga membawa gunungan berisi jajanan, sementara ibu-ibu dan bapak-bapak mengiringi acara dengan alat musik tradisional seperti terbangan Jawa.

Sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan, termasuk siswa SD, MTs, dan tokoh masyarakat setempat, memeriahkan kirab ini.

Rutenya meliputi tiga dukuh Jenon, Ngerancan, dan Gemiring. Mengingat medan perbukitan yang ada, rute ini cukup menantang.

Kepala Desa Giling Sutrimo menuturkan, kirab bendera raksasa ini merupakan inisiatif dari Grub Hadroh Gandrung Rosul.

Mereka melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk merayakan HUT RI dengan cara ini, yang sudah menjadi tradisi tahunan.

”Tujuannya adalah untuk menumbuhkan jiwa patriotisme di kalangan anak-anak. Agar mereka tidak melupakan nilai-nilai kemerdekaan,” tuturnya.

Sutrimo juga menambahkan, kirab bendera raksasa ini bertujuan untuk memperkuat rasa patriotisme, terutama di tengah keberagaman agama di Desa Giling.

Desa ini dikenal sebagai desa yang sadar akan keberagaman agama sejak 2019 dan juga dinyatakan sebagai Desa Moderasi pada awal 2023.

Meskipun ada berbagai agama, warga desa hidup berdampingan dengan rukun.

”2019 dicanangkan sebagai desa sadar keberagaman agama. Kemarin 2023 awal dicanangkan juga Desa Moderasi.

Banyak penganut agama. Walaupun ada beberapa agama, hidup kita berdampingan. Rukun,” tandas dia.

Dyah Puji Astuti, seorang warga desa tetangga menyatakan, kepuasannya terhadap acara tersebut.

Ia merasa terharu dan senang karena kirab bendera raksasa adalah cara baru yang menyentuh untuk memperingati HUT RI.

Ia juga mengapresiasi penampilan seni tradisi yang disertakan dalam acara ini.

”Saya terharu dan senang. Mereka merasakan kemerdekaan dengan kirab bendara raksasa ini. Ada sejumlah seni tradisi kuno juga ditampilkan,” pungkasnya. (adr/him)

 

Gita Bahana Nusantara (Instagram gitabahananusantara.ri)
Gita Bahana Nusantara (Instagram gitabahananusantara.ri)
Editor : Abdul Rochim
#HUT ke 79 RI #merah putih #pati #bendera #100 meter #Hari Kemerdekaan ke 79 Republik Indonesia