Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Tes Mental Antar-Geng di Pati, Satu Remaja Tewas Dibacok

Andre Faidhil Falah • Rabu, 31 Juli 2024 | 07:41 WIB
CARI FAKTA: Remaja yang terlibat duel keluar dari ruang pemeriksaan Satreskrim Polresta Pati kemarin sore. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADARPATI.ID)
CARI FAKTA: Remaja yang terlibat duel keluar dari ruang pemeriksaan Satreskrim Polresta Pati kemarin sore. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADARPATI.ID)


PATI, RADARPATI.ID – Dua geng remaja yang ada di Kabupaten Pati mengetes mental anggotanya. Dua pasangan dari masing-masing kelompok diadu. Akhirnya, satu remaja berinisial MS meninggal.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian itu terjadi pada malam Minggu (28/7) lalu sekitar pukul 01.00. Dua geng remaja itu, melakukan duel di Jalan Gambiran, Desa Puri, Pati.

”Di mana sebelumnya kelompok ini, sudah janjian bertemu di lokasi melakukan duel membawa sajam.

Dalam duel tersebut, senjata tajam (sajam) mengenai kepala korban, sehingga korban dibawa ke RS Mitra Bangsa,” jelas Kasatreskrim Polresta Pati Kompol M. Alfan Armin.

Dia menjelaskan, pada Senin (29/7) siang lalu, korban dinyatakan meninggal. Kemudian dilakukan otopsi. Hasilnya diketahui, penyebab kematian pendarahan di kepala. Setelah otopsi, korban diserahkan pihak keluarga.

”Jadi, maksud dari duel itu, berdasarkan penyelidikan ingin menguji mental masing-masing kelompok. Saat duel kesepakatannya senjata diarahkan ke bawah. Tapi mengenai kepala pelajar SMA kelas X warga Desa Plangitan,” paparnya.

Sementara itu, Kades Plangitan, Pati, Agung Hadi Yuli Setiawan mengatakan, pihak keluarga bersepakat untuk mengusut mengusut tuntas persoalan ini. Dengan begitu, dalang atau pelaku dari pembacokan itu segera ditangkap.

Pria yang juga kerabat korban itu menyatakan, pihaknya mencurigai adanya perencanan pembunuhan keponakannya itu. Sebab, senjatanya sudah disiapkan oleh geng itu.

”Informasinya senjatanya itu disiapkan. Totalnya ada empat bilah,” katanya.

Di samping itu, dirinya juga merasa janggal dengan kematian keponakannya itu. Sebab, hanya dia yang mengalami luka parah.

”Jadi, hanya korban saja yang lukanya paling parah. Tiga orang lainnya hanya luka biasa saja kok. Lecet-lecet,” paparnya.

Dirinya sempat melihat kondisi korban. Saat itu, ketika di rumah sakit keadaannya tak sadarkan diri. Kepala bagian belakang bengkak besar.

”Ngomonge iki kecelakaan (Kabarnya ini kecelakaan). Tapi kok aneh. Informasi pihak keluarga dibacok. Tapi bilangnya kecelakaan,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihak rumah sakit meminta melihat bentuk luka. Memang ada luka di bagian tempurung kepala.

”Padahal dari hasil CT scan rumah sakit luka ditempurung kepala. Darah masuk ke otak. Katanya yang buat menyeting seperti itu (kecelakaan, Red) ketua gengnya.

Geng RTK (Remaja Tengah Kota). Yang MTG atau MTK itu, mengajukan orang Desa Guwo sama Desa Geritan,” jelasnya. (adr/lin)

Editor : Alfian Dani
#dibacok #pati #remaja #antar #tewas #Satu #geng #Tes Mental