Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Dispermades Pati, Pengembangan Desa Wisata Gunakan DD

Arif Fakhrian Khalim • Rabu, 31 Juli 2024 | 07:24 WIB
DUKUNG POTENSI DESA: Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro (empat dari kiri) menghadiri salah satu parade kesenian baru-baru ini. (DINPORAPAR PATI UNTUK RADARPATI.ID)
DUKUNG POTENSI DESA: Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro (empat dari kiri) menghadiri salah satu parade kesenian baru-baru ini. (DINPORAPAR PATI UNTUK RADARPATI.ID)

PATI, RADARPATI.ID – Dari 401 desa dan lima kelurahan di Kabupaten Pati setidaknya ada 22 yang menjadi desa wisata. Namun, belum terdapat anggaran khusus dari pemerintah kabupaten (pemkab) untuk pengembangan.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati Tri Hariyama melalui Kepala Bidang Penataan dan Pembangunan Desa Agustin Setiyaningrum menyampaikan, ada alternatif yang dapat dilakukan untuk pengembangan desa wisata. Di antaranya menggunakan Dana Desa (DD).

Apalagi setiap tahun anggaran Dana Desa di Kabupaten Pati mengalami kenaikan. Seperti pada 2023 lalu hanya Rp 372,9 miliar pada tahun ini menjadi Rp 376 miliar.

”Intinya DD bisa digunakan untuk pengembangan desa wisata," jelasnya kemarin.

Berdasarkan data Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, 22 desa tersebut, meliputi Desa Tunggulsari, Tayu; Desa Jrahi, Gunungwungkal; Desa Bageng, Gembong; Desa Talun, Kayen; Desa Sambiroto, Tayu; dan Desa Pekuwon, Juwana.

Lalu, Desa Sidomulyo, Gunungwungkal; Desa Mojoagung, Trangkil; Desa Tluwuk, Wedarijaksa; Desa Larangan, Tambakromo; Desa Kedumulyo, Sukolilo; Desa Gulangpongge, Gunungwungkal; Desa Kertomulyo, Trangkil; serta Desa Pohgading, Gembong.

Kemudian Desa Klakahkasihan, Gembong; Desa Bakaran Wetan, Juwana; Desa Soneyan, Margoyoso; Desa Gunungsari, Tlogowungu; Desa Gabus, Gabus; Desa Sukolilo, Sukolilo; Desa Tajungsari, Tlogowungu; dan Desa Kauman, Juwana.

Kepala Dinporapar Kabupaten Pati Rekso Suhartono menyebut, dari 22 desa tersebut, baru ada lima desa wisata yang berkembang.(fik/lin)

Editor : Alfian Dani
#dd #Gunakan #desa wisata #dispermades pati #pengembangan