PATI, RADARPATI.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati telah memiliki konsep rintisan museum.
Saat ini pihak Disdikbud terus mendorong agar keberadaan museum ini menjadi prioritas dalam penganggaran.
“Untuk pertama cukup rintisan museum, saya kira pemerintah mampu,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Tulus Budiharjo saat diwawancara Senin (22/7) di kantornya.
Pihaknya mengaku tidak muluk-muluk untuk langsung membuat museum, karena tentunya akan membutuhkan dukungan anggaran yang besar.
“Untuk tempatnya sementara bisa menempati bangunan di komplek kantor Disdikbud ini. Di belakang sanggar kegiatan bisa ditempati untuk menyimpan sementara benda-benda bersejarah yang ada di Pati. Jadi penganggarannya untuk perawatan dan pegawainya. Tidak perlu langsung membangun gedung baru,” jelas Tulus.
Tulus menyadari pentingnya sebuah tempat rintisan museum dalam menjaga kelestarian benda-benda bernilai sejarah yang ada di wilayah Kabupaten Pati ini.
Terlebih Kabupaten Pati ini memiliki potensi peninggalan sejarah dari zaman Hindu-Budha hingga zaman kolonialisme.
“Kalau tidak ada konsentrasi dan perhatian tersendiri nanti lama-lama ya hilang peninggalan-peninggalan ini, seperti di Kayen itu ada temuan benda diduga cagar budaya, di Prawoto juga ada batu-batu yang kemarin sempat mau ditata ulang oleh pemuda setempat. Saat ini kita sudah hentikan aktivitasnya. Ini kalau tidak dijaga benda-benda bersejarah ini rawan hilang. Lama-lama hilang satu per satu,” keluh Tulus.
Baca Juga: Museum Islam Nusantara Lasem Rembang, Wisata Edukatif Bikin Pintar
Lebih lanjut, Tulus mengaku, selain mengupayakan dengan anggaran daerah melalui APBD.
Pihaknya juga turut mendekati Kementerian dalam hal ini dirjen kebudayaan untuk turut serta dalam mewujudkan rintisan museum di Kota Mina Tani ini. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab