PATI, RADARPATI.ID - Rumah Kostku Fadhila yang terletak di Dukuh Randukuning, Kelurahan Pati Lor, Pati ternyata kerap mendapat komplain dari emak-emak sekitar kosan.
Kerap dijumpai perempuan yang berpakaian seksi masuk ke kos itu.
Ketua RT 10 desa setempat David mengatakan, banyak warga yang komplain saat rapat RT. Tapi sudah membuat kesepakatan dengan warga.
"Selama tidak mengganggu lingkungan, kerusuhan seperti mabuk-mabukan berantem, narkoba, dan sebagainya. Okelah,” terang David.
Saat ditanya, kos itu kosan LC (lady companion atau pemandu karaoke), jawabnya, sebenarnya tak dikhususkan. Hanya kebetulan saja.
Kebanyakan, katanya, yang di situ ibarate teman dari temannya.
"Dilalah. Tapi sekarang katakankan kos-kosan PK di sini juga ada. Yang penting tak mengganggu. Ya diterima ndak diterima,” imbuhnya.
Kos itu selesai dibangun 2019. Penghuninya pun tak jelas.
Pak RT pun tak mengetahui siapa dari penghuni kosan itu.
”Kos di situ datang dan pergi sesuka hati. Tak pernah ada data yang masuk. Saya tak banyak tahu tentang identitas korban dan penghuni di kos,” ujarnya.
Di samping itu, pemilik kos itu membantah kalau kosannya itu bebas. Kabar itu tak dibenarkan olehnya.
”Nuwun sewu bang. Engkang ngelola Mbak Dina. Nuwun pangaputen sebenarnya njih mboten bebas kok bang (Permisi, bang.
Yang mengelola Mbk Dina. Minta maaf, sebenarnya ya tidak bebas kok bang, Red),” papar pemilik kos, Sahlan.
Dihubungi terpisah, pengelola kos, Dina Rahma juga tak mengetahui siapa korban pembunuhan itu. Sebab, yang memasukkan Yulaikha tak melewati dirinya.
”Waduh saya lupa. Soalnya engga saya pribadi yang memasukkan beliau. Dan ngga punya kontaknya juga sama sekali,” imbuhnya. (adr/zen)
Editor : Abdul Rochim