Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Korban Pembunuhan di Kamar Kos di Pati Dikenal Tertutup, Begini Pengakuan Teman Kos

Andre Faidhil Falah • Selasa, 2 Juli 2024 | 03:29 WIB

 

INNALILAHI: Rumah duka korban pembunuhan di kos Pati. (ANDRE F FALAH/RADAR PATI)
INNALILAHI: Rumah duka korban pembunuhan di kos Pati. (ANDRE F FALAH/RADAR PATI)

PATI, Radar Kudus – Korban pembunuhan, Yulaikha baru tiga bulan ngekos di Rumah Kostku Fadhila,  Dukuh Randukuning, Kelurahan Pati Lor, Pati.

Ia terkenal jarang keluar kamar. ”Tiga bulanan ini dia ngekos. Tak begitu kenal. Orangnya tertutup,” terang salah satu penghuni kos yang enggan disebut namanya.

Setahu dia, Yulaikha ini anak dari tukang bakso. Lokasinya berada di dekat pabrik gula Trangkil. ”Setahuku anak tukang bakso. Di pabrik gula Trangkil,” imbuhnya.

Garis kepolisian kemarin masih menempel di dinding kamar blok D005 lokasi ditemukannya mayat Yulaikha.

Kamar kosan itu yang disewa Yulaikha, warga Desa/Kecamatan Trangkil. Jasadnya ditemukan Sabtu (30/6) pagi.

Perempuan kelahiran 24 Juli 1993 itu meregang nyawa setelah dibunuh di dalam kamar mandi kosnya. Dia ditemukan tewas pada Sabtu (30/6) sekitar pukul 22.30.

Kemarin (1/7) pukul 15.50, suasana Rumah Kostku Fadhila itu tampak sepi. Dari 30-an kamar, hanya ada satu pintu kamar yang terbuka.

”Ndak ada orang, mas. Penjaganya pergi,” ujar salah satu penghuni kosan yang tak mau disebutkan namanya.

Kos yang terletak di Kampung Randukuning, Kelurahan Pati Lor itu nampak seperti kosan mewah. Kondisi halamannya bersih. Catnya juga bersih.

Kosan itu berada 200 meteran menuju gang dari Jalan Raya Penjawi. Dari Alun-alun Pati ke arah utara. Kos itu terdiri dari beberapa blok.

Blok A berada di sebelah pos penjagaan. Masuk Lorong di belakang pos jaga ada empat kamar. Itulah blok A. Menghadap ke utara.

Kemudian blok B yang memiliki lebih halaman luas. Jumlahnya 20 kamar. Terdiri dari dua lantai.

Sepuluh kamar di lantai dasar. Dan sepeuluh kamar di lantai dua. Menghadap ke timur.

Sementara itu blok C berada di lantai dua. Ada lima kamar di sana. Seluruhnya menghadap ke selatan.

Sementara di Blok D lima kamar. Semuanya di lantai dasar atau Di bawah blok C. Menghadap ke selatan. Penemuan mayat korban sendiri berada di Blok 005. Kamar itu terletak pojok kanan atau paling utara bangunan kos. Berada di dekat parkiran dan gudang.

Jika ke lokasi itu maka melewati parkiran dan gudang.

Ruangan kamar korban berukuran 4x6. Tepat di sebelah kanan pintu terdapat kasur yang berhadapan dengan lemari dan TV.

Masuk ke dalam lagi terdapat dapur dan kamar mandi.

Saat wartawan ini ke kamar itu. Ditemukan pisau yang ujungnya patah.

Pakaian korban yang berserakan di kasur. Dan bercak darah di pintu kamar mandi serta di tembok kamar mandi.

Dugaan sementara ini korban ditusuk-tusuk bagian dada dan perut menggunakan pisau dapur. Juga bagian leher. Sebelumnya korban juga dicekik dengan kabel.

Ini berdasarkan dari foto korban yang beredar di media sosial. Ada darah dan jeratan kabel putih.

Hingga saat ini kepolisian masih mencari pelaku pembunuhan di kos berlantai dua itu. Sejak Sabtu (1/7) lalu pelaku masih berkeliaran.

Padahal keamanan kos itu terlihat ketat. Mau masuk ke kosan saja sudah terpantau CCTV. Belum lagi yang terpasang di sudut kamar hingga belakang kos.

Kemarin pihak kepolisian baru selesai melakukan otopsi korban. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian ada luka tusuk dan jeratan di leher korban.

Informasi yang diterima koran ini di kosan itu, dijadikan korban sebagai tempat menerima booking-an. Korban meninggal setelah mendapat pesanan booking-an dari seseorang. Pesanan itu lewat aplikasi android.

”Dia dibunuh tamunya. Iya memang seperti itu. Cah-cah juga bilang seperti itu. Bukan pacarnya yang membunuh,” imbuhnya.

Tak seperti kebanyakan penghuni kos, ia dikenal lebih tertutup. ”Jarang makan di sini, Mas. Beli makannya di luar,” papar pemilik warung di sebelah kosan, Mak Ti.

Anak pemilik warung itu, Catur disangka-sangka menjadi pelaku pembunuhan itu. Dia disebut sebagai pacar dan yang menemukan pertama kali korban itu ditemukan. ”Anak saya baru kemarin sore keluar dari kepolisian. Dia saksi. Sudah bebas. Kalau orang kan hanya menyangka saja. Tapi tak benar,” paparnya.

Ketika wartawan ini ingin berbicara dengan Catur, orangtua korban tak berkenan. ”Anak saya tak tahu. Dia tak di lokasi. Waktu itu beli nasi,” imbuhnya.

”Anak saya hanya merasa kasihan saja. Orang tuanya (korban) itu sakit-sakitan,” lanjutnya. (adr/zen)

Editor : Abdul Rochim
#pelaku #pati #pembunuhan #korban #kos