Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Desa Sumbersoko Sukolilo Pati Diberi Nama Buruk di Google Maps, Ini Alasannya

Achmad Ulil Albab • Jumat, 21 Juni 2024 | 04:44 WIB

 

ULAH NETIZEN USIL: Terlihat peta di Google Maps area Kecamatan Sukolilo masih dijahili netizen dengan tag tempat yang diskriminatif. (TANGKAPAN LAYAR GOOGLE MAPS)    
ULAH NETIZEN USIL: Terlihat peta di Google Maps area Kecamatan Sukolilo masih dijahili netizen dengan tag tempat yang diskriminatif. (TANGKAPAN LAYAR GOOGLE MAPS)  

 

PATI, RADARPATI.ID – Aplikasi Google Maps menghadirkan kemudahan bagi user untuk berpartisi dalam berbagi informasi di platform tersebut.

Hal itu yang membuat netizen dengan mudahnya mengusili maps Kecamatan Sukolilo di Google Maps dengan menambahkan tag nama-nama tempat yang diskriminatif.

Seperti kampung bandit, desa maling, hingga kawasan penadah.

Toko-toko milik warga hingga fasilitas publik seperti sekolah di Kecamatan Sukolilo turut menjadi sasaran netizen yang usil tersebut.

Selain di Desa Sumbersoko, yang banyak dijahili netizen adalah wilayah Desa Sukolillo di Jalan Raya Sukolilo KM 27-29.

Bukhori Masruri, 30, salah seorang warga Desa/Kecamatan Sukolilo mengaku prihatin dengan keusilan netizen di Google Maps itu.

Menurutnya, keusilan netizen ini bagian dari persekusi digital kepada warga Sukolilo pascatragedi kematian bos rental mobil yang dihajar massa di Desa Sumbersoko, Sukolilo.

Namun, keusilan netizen di Google Maps ini, yang menerima dampak paling besar adalah masyarakat luar Kecamatan Sukolilo atau para pengguna jalan.

”Kalau warga sendiri tidak terlalu terdampak. Memang jengkel juga, karena banyak toko milik warga yang tag-nya diganti dengan nama-nama yang diskriminatif.

Namun yang dirugikan justru warga luar daerah atau pengguna jalan. Misalnya, yang mau mantau fasilitas publik atau toko pasti akan kesulitan, karena namanya diganti,” paparnya.

Diketahui, sejumlah toko-toko di wilayah Sukolilo banyak yang diganti namanya. Selain itu, netizen juga menyasar sejumlah fasilitas publik seperti sekolah.

”Kalau yang soal jalan ditutup kemarin sudah kami benahi. Tapi ini masih banyak yang ngedit tag-tag tersebut.

Saran dari teman-teman local guide untuk mendiamkan dulu, karena memang kasusnya masih hangat. Mungkin itu semacam pembalasan dari netizen. Namun, sekali lagi yang rugi pengguna jalan,” jelasnya.

Apalagi jalan di Kecamatan Sukolilo merupakan jalur provinsi menghubungkan Kabupaten Pati dengan Grobogan. Jalur ini juga menjadi alternatif menuju Solo.

”Yang dikhawatirkan jika ada sopir melintas di Sukolilo kemudian butuh toko oli atau tempat tambal ban. Tapi Google Maps diusili netizen seperti itu. Pasti akan kebingungan. Yang rugi pengguna jalan,” imbuhnya. (aua/lin)

Editor : Abdul Rochim
#Sukolilo #google maps #pati #Sumbersoko