Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Hasil Panen Padi Warga Sukolilo Pati Meningkat, Begini Metodenya  

Achmad Ulil Albab • Rabu, 19 Juni 2024 | 21:01 WIB

 

MENINGKAT: Petani panen padi dengan pupuk berteknologi nano yang meningkatkan tonase gabah. (IUSTRASI)
MENINGKAT: Petani panen padi dengan pupuk berteknologi nano yang meningkatkan tonase gabah. (IUSTRASI)

PATI, RADARPATI.ID – Sejumlah petani Kecamatan Sukolilo meningkat hasil panen padinya. Khususnya dalam dua kali masa panen. Yakni di masa tanam pertama (MT I) dan ke dua (MT II).

Petani Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo Pati Ahmad Rois mengaku pada MT II akan panen pada awal Juli mendatang.

Dia memprediksi hasil panen 18 kwintal. Disbanding dengan MT II tahun lalu meningkat 1,5 kwintal.

Pada MT 1 lalu dia bisa 28 kwintal. Dibandingkan pada MT yang sama tahun lalu juga naik 1,5 kwintal.

Untuk diketahui, lahan yang ia olah sekitar satu kotak atau setara dengan 1.400 meter persegi. Untuk air tidak ada masalah karena di sini ada Sungai Jeratun.

”Hasil panen meningkat 1,5 kwintal lebih banyak. MT 3 nanti akan tanam kacang hijau,” tutur Rois.

Peningkatan ini setelah memakai pupuk berteknologi nano. Pupuk ini digunakan baru tahun ini. Sebelumnya masih mengandalkan pupuk kimia bersubsidi dari pemerintah.

”Lebih ringkas, bulir padi juga lebih padat,” imbuh dia.

Terpisah, petani Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Pati Rosyid juga menyatakan ada peningkatan hingga 1,5 kwintal lebih banyak.

Ini ia rasakan saat menggunakan sekitar 70 persen pupuk berteknologi nano.

”Pupuk suma teknologi nano lebih ringkas dan hemat. Saya masih menggunakan pupuk kimia subsidi hanya 30 persen,” ujar Rosyid.

Padahal, lanjut dia, pupuk kimia selalu dapat jatah sesuai jumlah lahan. Ia mengaku tak pernah kesulitan pupuk subsidi karena stok selalu ada.

Perbandingannya pupuk kimia 50 kilogram (kg), sedangkan pupuk nano hanya 100 mililiter (ml).

Lahan yang ia miliki hanya sekitar tiga kotak atau sama dengan 32.000 meter persegi. Pada MT I ia menghasilkan panen padi 3,3 ton. Sedangkan pada MT 2 sekitar 1,8 ton.

”Turunnya signifikan disbanding MT 1. Ini karena hama tikus,” katanya.

Sedangkan disbanding tahun lalu tetap masihlebih banyak tahun ini. Peningkatan tonase padi hingga 1,5 kwintal lebih banyak per kotaknya. (aua/him)

Editor : Abdul Rochim
#teknologi #Sukolilo #panen #pati #padi #nano