Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Jeruk Pamelo Pati Manis dan Segar, Selalu Full Order dari Surabaya hingga Jakarta

Achmad Ulil Albab • Rabu, 19 Juni 2024 | 02:38 WIB

 

ANDALAN: Jeruk pamelo dari Desa Bageng, Kecamatan Gembong, selalu mendapat banyak permintaan dari pasar luar kota. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)    
ANDALAN: Jeruk pamelo dari Desa Bageng, Kecamatan Gembong, selalu mendapat banyak permintaan dari pasar luar kota. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)  

PATI, RADARPATI.ID – Peminat jeruk pamelo tanpa biji khas dari Desa Bageng, Kecamatan Gembong, tidak pernah sepi.

Selain di Jawa Tengah (Jateng) pasar jeruk pamelo paling ramai hingga Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

”Saat ini, jeruk pamelo banyak permintaan dari pasar luar kota. Seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya," papar Tardi, salah seorang petani dan juga pedagang jeruk pamelo kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Jeruk pamelo khas Desa Bageng, Kecamatan Gembong, sendiri merupakan buah lokal produk unggulan Kabupaten Pati.

Varietas jeruk pamelo ini, sudah terdaftar secara resmi berdasarkan SK Menteri Pertanian No 658/Kpts/SR.120/2/2010.

Buah ini, banyak dikembangkan di Desa Bageng dan sekitarnya. Bahkan, setiap rumah di desa itu, memiliki pohon jeruk pamelo minimal satu pohon.

Satu pohon jeruk pamelo bisa menghasilkan ratusan buah dalam satu tahun. Dengan berat tiap buah bisa mencapai 1 hingga 5 kilogram.

Selain itu, pohon jeruk pamelo ini, juga ditanam di kebun-kebun skala kecil di desa tersebut dan desa sekitarnya.

Tardi menggaransi buah jeruk pamelo asal Desa Bageng memiliki kualitas yang baik. Dengan rasa manis segar dan tanpa biji. Berbeda dengan jeruk lain.

”Kalau buahnya jelas rasanya manis segar karena banyak air. Tidak kecut. Juga tidak ada bijinya. Dijamin kualitasnya kalau dari sini," papar Tarji.

Selain di desa tersebut, jeruk pamelo juga banyak dihasilkan di sejumlah desa-desa di wilayah Kecamatan Gembong lain, seperti Desa Plukaran dan Desa Pohgading.

Rata-rata suplai ke pasar luar kota antara 500 kilogram hingga 1 ton buah jeruk pamelo per pekan. Musim panen raya jeruk pamelo antara Februari hingga Maret. (aua/lin)

Editor : Abdul Rochim
#jeruk pamelo #pati #jakarta