TRANGKIL, Radar Kudus – Tradisi sedekah bumi di Dukuh Mojosemi, Desa Mojoagung, selalu dinantikan warga. Seperti kemarin pagi.
Salah satu keseruannya, berebut gunungan dan nasi berkat.
Acara sedekah bumi di desa wisata ini, dipusatkan di sekitar punden Eyang Sukmoyono, tokoh leluhur desa setempat.
Iring-iringan gunungan berupa hasil bumi diarak dari masing-masing RT menuju punden.
Gunungan yang berisi hasil bumi lalu jadi rebutan warga. Warga juga rela berdesakan untuk mendapatkan nasi berkat dari pemerintah desa.
Bahkan, ada warga yang pingsan karena berdesak-desakan.
Salah satu warga, Narti mengaku rela berdesak-desakan demi mendapatkan bagian dari gunungan.
Dia mendapatkan sayuran dan jajan yang dipercaya membawa berkah.
”Senang ini dapat jajan. Nanti untuk dimakan dengan keluarga. Kami berharap berkah semoga mendapat rejeki lancar,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mojoagung Susilo Budi Haryanto mengatakan, kirab gunungan sedekah bumi digelar setiap tahun.
Tradisi ini sebagai bentuk syukur atas rejeki yang didapatkan.
Baca Juga: Getol Sodorkan Kader NU, PKB-PPP di Pati Siapkan Empat Figur, Siapa Saja?
”Kami menghormati sesepuh dan leluhur cikal bakal desa yaitu Eyang Sukmoyono,” katanya.
Total ada delapan gunungan yang diarak. Sebagian merupakan hasil bumi, seperti padi dan ketela.
”Kirab gunungan diarak dari masing-masing RT di RW 3. Ini sebagai perwujudan terima kasih masyarakat atas hasil bumi seperti palawija, jagung, dan ketela yang digarap selama setahun.
Sedangkan nasi berkat sebagai sedekah kepada warga desa. Selain warga Desa Mojoagung, berkat juga diberikan kepada warga luar desa," imbuhnya. (aua/lin)
Editor : Abdul Rochim