PATI, RADARPATI.ID – Masjid Agung Pati kini berusia hampir 200 tahun, sejak dibangun pertama kali pada tahun 1845.
Namun masjid ini telah berulang kali mengalami renovasi. Hingga akhirnya bentuk bangunan berubah total pada tahun 1979.
Awalnya Masjid Agung Pati memiliki gaya arsitektur khas masjid-masjid kuno di Jawa, layaknya Masjid Agung Demak.
Namun setelah direnovasi total pada tahun 1979, Masjid Agung Pati memiliki arsitektur bangunan yang minimalis modern.
Bahkan menjadi masjid yang sangat unik di Indonesia karena masjid ini sangat identik dengan tidak memiliki kubah.
Baru pada tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Pati di masa pemerintahan Bupati Haryanto melakukan renovasi, yaitu menambah kubah masjid. Bentuk kubah ini disebut menyerupai bunga.
Berikut ringkasan perjalanan Masjid Agung Pati dari masa ke masa berdasarkan foto-foto lawas koleksi Dinas Arsip dan Perpustakaan Pati yang bersumber dari koleksi Leiden University Libraries.
Perjalanan Masjid Agung Pati
1845
- dibangun pertama kali pada masa pemerintahan Adipati Aryo Condro Adinegoro
- bentuk bangunan seperti kebanyakan masjid di Jawa, ada atap limasan tiga tingkat, dilengkapi dengan sebuah bangunan menara di tengah
1969
- mengalami renovasi pertama kali dan dilakukan perluasan area masjid
- bangunan masih banyak yang dipertahankan
- atap limas dipertahankan ditambah dengan kubah
- bangunan menara dihilangkan
1979
- mengalami renovasi kedua dan bertahan hingga sekarang
- renovasi total seluruh bangunan sudah berubah
- desain bangunan terkesan minimalis
- atap limas maupun kubah hilang
Tahun 2021
- dilakukan penambahan kubah masjid proyek selesai tahun 2022
- memiliki kubah berbentuk menyerupai sebuah bunga
Editor : Achmad Ulil Albab