Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sejarah Masjid Agung Pati, Arsitekturnya Unik Ada Menara di Tengah

Achmad Ulil Albab • Rabu, 27 Maret 2024 | 22:03 WIB
KUNO : Masjid Agung Pati tempol dulu memiliki desain arsitektur yang unik. (KOLEKSI DINAS ARPUS PATI)
KUNO : Masjid Agung Pati tempol dulu memiliki desain arsitektur yang unik. (KOLEKSI DINAS ARPUS PATI)

 


PATI, RADARPATI.ID - Masjid bersejarah di Kota Mina Tani salah satunya adalah Masjid Agung Baitunnur.

Masjid yang juga ikon daerah ini berada di pusat kota, tepatnya di sebelah barat Alun-Alun Simpang Lima Pati.

Namun bangunan yang ada saat ini sudah tidak asli. Hanya menyisakan mimbar di pengimaman saja yang masih tersisa.

Masjid agung mengalami renovasi hingga 3 kali dan berubah total bangunannya pada tahun 1979.

“Sudah 3 kali direnovasi, tapi perubahan total bangunan ini sekitar tahun 70-an akhir itu. Waktu itu saya masih kecil,” ungkap Ketua Takmir Masjid Agung Baitunnur Pati Arwani kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga: Menilik Sejarah Masjid Langgardalem, Kudus

Dulunya masjid ini memiliki gaya arsitektur seperti umumnya masjid-masjid kuno di Jawa.

Namun setelah dibongkar total, masjid ini memiliki desain yang out of the box untuk sebuah masjid di daerah Jawa.

Yang biasanya identik dengan atap limasan tingkat 3 seperti Masjid Agung Demak misalnya.

Masjid ini terlihat minimalis, dengan kombinasi warna putih marmer pada lantai dan dindingnya. Dipadu dengan ornamen kayu berwarna cokelat.

Selain itu masjid ini juga memiliki konsep open space. Sehingga membuat masjid terasa luas, terang dan adem.

“Masjid ini memang berbeda, dibuat lebih terbuka. Pintunya besar-besar, membuat masjid ini terasa adem meskipun tanpa AC,” papar Arwani.

Berdasarkan catatan dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pati, Masjid Agung Pati dibangun pada tahun 1261 H atau 1845 M atau pada masa pemerintahan Adipati Aryo Condro Adinegoro (nama asli dia adalah Raden Bagus Mita).

Dia memegang kekuasaan di Pati antara tahun 1829-1895 M.

Pembangunan Masjid Baitunnur ini dimulai pada tahun 1261 H atau 1845 M. Tahun pembangunan ini ditunjukkan oleh prasasti berbentuk kaligrafi milik Masjid Agung Baitunnur Pati yang sekarang berada di Masjid Gambiran.

Kaligrafi tersebut berbunyi: “ibtidaa’u binaa’i hadza al-masjid fii sanah 1261 H / 1845 M”. (artinya: Awal Pembangunan Masjid ini adalah pada Tahun 1261 Hijriyah bertepatan dengan Tahun 1845 Masehi)

Bentuk asli masjid ini bertahan hingga tahun 1969, prasasti renovasi ini bisa dilihat pula pada tulisan Arab di sebelah kiri prasasti kaligrafi yang sama.

Tulisan Arab pada prasasti tersebut berbunyi: “tajdiid wa tausii’u hadza al-masjid fii sanah 1389 H / 1969 M”. (artinya: renovasi dan perluasan Masjid ini adalah pada Tahun 1389 Hijriyah yang bertepatan dengan Tahun 1969 Masehi)

Pada tahun tersebut yang menjadi Bupati Pati adalah AKBP Raden Soehargo Djojolukito (Menjadi Bupati Pati dari Tahun 1967-1973 M).

Pada saat renovasi pertama ada beberapa perubahan, namun bangunan aslinya masih dipertahankan.

KINI : Masjid Agung Pati telah dibongkar total saat ini bentuknya jauh berbeda dari bangunan pertama tahun 1845. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)
KINI : Masjid Agung Pati telah dibongkar total saat ini bentuknya jauh berbeda dari bangunan pertama tahun 1845. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Atap berundak masih dipertahankan kemudian ditambah kubah. Bagian yang hilang adalah menara depan masjid yang sebelum renovasi berdiri gagah sudah tidak tampak lagi.

Pada tahun 1979 Masjid Agung Baitunnur Pati direnovasi untuk kedua kalinya di akhir Jabatan Bupati Kol. Pol. Drs. Edy Rustam Santiko (menjabat Bupati dari Tahun 1973-1979 M).

Pembangunan selesai pada tahun 1980 M yang pada saat itu Bupati Pati dijabat Kol. Inf. Panoedjoe Hidayat.

Desain masjid pada renovasi kedua ini dilakukan oleh Nu’man dari ITB Bandung. Desain Masjid Agung Baitunnur Pati berubah total dari desain sebelumnya. (aua)

Editor : Achmad Ulil Albab
#arsitektur #pati #masjid agung #unik #masjid #sejarah #renovasi