PATI, RADARPATI.ID - Beber atlet yang mengikuti pekan olahraga pelajar daerah (popda) membayar Rp 100.000 untuk berpartisipasi.
Pihak Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Pati mengklaim tak menerima uang tersebut.
Iuran tersebut ramai diperbincangkan oleh kalangan orangtua altet. Beberapa cabang olahraga (cabor) per atlet dimintai Rp 100.000.
"Popda bayar Rp 100.000. Popda hare ngene bayar," terang salah satu orangtua murid berinisial E ini.
Pembayaran itu ada yang dibayarkan oleh pihak sekolahan. Juga ada yang membayar pribadi.
Ketika dikonfirmasi, pihak Dinporapar Pati menyatakan, mengenai popda ini tak ada anggarannya. Karena itu, sebanyak 20 cabor dikumpulkan untuk membahas persoalan itu.
”Dinporapar tak ada anggaran. 20 cabor ini persiapan tingkat provinsi. Setelah itu ada masukan, tetap diadakan tingkat kabupaten.
Tak ada uangnya. Kita mandiri saja,” tutur Pelatih Olahraga Ahli Muda Bidang Keolahragaan Dinporapar, Edi Siswanto.
Edi menambahkan, setelah mengumpulkan 20 cabor itu, 12 di antaranya mandiri (membayar sendiri). Sehingga ada iuran Rp 100.000 itu.
”Jadi ada yang mandiri, ada yang gratis. Tergantung kekuatan masing-masing cabor. Setelah rapat itu ada kesepakatan. Silahkan mandiri. Catatannya tak ada masyarakat yang komplain. Kalau ada, maka akan kita batalkan. Sudah sepakat,” tukasnya.
Baca Juga: Tiga Siswa Safin Pati Dipanggil Seleksi Timnas U-16 dan U-20
Dia menuturkan, dalam edaran memang tak ada pembayaran. Tapi secara teknis untuk operasional, setelah diskusi dengan cabor membayar Rp 100 ribu.
”Itu sudah disetujui semua. Sesuai kesepakatan maka kalo ada komplaim cabor tersebut kita takedown. Uangnya dikembalikan semua,” ucapnya.
Setelah adanya diskusi itu, ramai di media sosial (medsos). Dirinya beserta Pj bupati Pati di-tag karena persoalan popda membayar.
”Kan sudah ada kesepakatan diawal. Akhirnya saya jawab dan jelaskan semuanya. Sekarang sudah di-takedown,” jelasnya.
Menurutnya, secara aturan itu diperbolehkan (iuran Rp 100.000, Red). Namun tergantung diskusi dan dikembalikan ke masing-masing cabor.
”Secara aturan boleh. Kita kembalikan ke masing-masing cabor,” tuturnya.
Dia menegaskan, tak ada sedikitpun ada aliran dana itu yang mengalir ke pihaknya. Edi memastikan tak menerima sejumlah uang tersebut.
”Yang ramai itu tenis, kita sudah takedown. Yang pemting kami pastikan Dinporapar tak menerima anggaran sepersen pun. Kami berani keras karena itu,” pungkasnya. (adr/him/ade)
Editor : Alfian Dani