Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Konsumsi Gas Melon di Pati Meningkat Saat Ramadan

Andre Faidhil Falah • Rabu, 13 Maret 2024 | 09:05 WIB
DIJUAL: Gas melon ditata di salah satu toko kelontok di Kecamatan Wedarijaksa belum lama ini.
DIJUAL: Gas melon ditata di salah satu toko kelontok di Kecamatan Wedarijaksa belum lama ini.

PATI, RADARPATI.ID - Tingkat konsumsi LPG 3 kilogram alias gas melon atau gas LPG 3 kilogram meningkat selama ramadan. Dampaknya masyarakat sulit mendapatkannya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Hadi Santosa mengatakan, konsumsi masyarakat ini naik. Pihaknya menampik ini bukan kelangkaan.

Selain itu, kelangkaan gas melon ini bukan dikarenakan adanya pembatasan. Melainkan peningkatan konsumsi masyarakat.

”Sepertinya tidak (langka elpiji karena dampak pembatasan, Red). Dari pantauan kami tidak ada kelangkaan. Distribusi cukup dan stok aman. Namun, karena momen jelang puasa dan lebaran, tingkat konsumsi agak meningkat," terangnya.

Di samping itu, sulitnya mendapat gas itu juga dipengaruhi faktor lokasi tinggal. Pasalnya, ada beberapa daerah yang pamgkalannya sedikit.

"Ada daerah yang jumlah pangkalannya sedikit. Misalnya di daerah pegunungan," tuturnya.

Dia menambahkan, realisasi gas melon ini mencapai 6.000-an metrik ton (2 juta tabung). Sementara usulannya ada 38.095 metrik ton.

Untuk mengantisipasi sulitnya gas melon, lanjut dia, menjelang momen perayaan keagamaan, pihaknya selalu mengusulkan tambahan kuota kepada Pertamina.

”Kami sudah mengusulkan penambahan gas melon tiap ada perayaan atau momen peragamaan tertentu," paparnya.

Di sisi lain, pe.erintah pusat membatasi adanya pembelian subsidi gas melon itu. Hal itu dalam rangka subsidi tepat sasaran.

Subsidi gas tersebut dibatasi untuk pembeliannya. Pada warga kurang mampu dan pelaku usaha. Yakni sehari hanya mendapat jatah pembelian satu per NIK.

Hal itu juga sesuai dengan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 37 tahun 2023.

”Pembelian gas lpg 3 kg ini harus menggunakan KTP. Hal itu menindaklanjuti pendataan yang sebelumnya kami lakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ari Warga Margoyoso mengaku agak kesulitan mendapatkan gas melon. Beberapa hari ini sulit didapatkan.

"Saya tanya ke toko langganan belum ada stok. Beberapa hari ini sulit," paparnya.

Selain itu, Salah satu masyarakat di Kecamatan Gembong mengaku dua hari ini mencari keberadaan gas melon itu. Meski begitu subsidi pemerintah itu tak dapat ditemukan.

”Aku kawit wingi golek angel, Mas. Di Gembong sulit mendapat gas melon,” terang warga Gembong, Erna. (adr/him/ade)

Editor : Alfian Dani
#saat ramadan #pati #konsumsi #gas melon bersubsidi #meningkat #gas melon 3 kg