PATI, RADARPATI.ID – Penguasaan Bahasa Inggris ditekankan kepada para santri di SMAQT dan SMPQT Yanbuul Quran 1 Pati.
Selama dua pekan para santri digembleng untuk terbiasa berbahasa pergaulan internasional tersebut.
Para santri digembleng dalam agenda English Fun Learning yang bekerjasama dengan UPT Pengembangan Bahasa Unisnu Jepara.
Selama dua pekan tersebut para santri dibiasakan berbahasa Inggris mulai subuh hingga menjelang tidur.
Dimulai dengan menghafal kosa kata, dan praktik langsung. Penyampaian materi dikemas dengan sangat menyenangkan. Melalui game, dan kegiatan pembelajaran outdoor.
“Kita sudah rutin menyelenggarakan fun learning dengan sekolah-sekolah. Program ini bertujuan mengajarkan Bahasa Inggris dengan menyenangkan. Belajar dari lagu, gerakan-gerakan, tidak seperti belajar di kelas. Kita berikan game juga dalam pembelajarannya. Trainer-nya sendiri dari mahasiswa yang menemani anak-anak setiap hari,” ungkap Milla Farrihatulahna, pengajar di UPT Pengembangan Bahasa Unisnu Jepara sekaligus Ketua Program English Fun Learning ini.
Lebih lanjut pihaknya berharap ada keberlanjutan, dari program fun learning yang digelar di SMAQT dan SMPQT Yanbuul Quran 1 Pati.
Sehingga para santri tidak lupa dengan materi yang sudah didapatkannya.
Sementara itu Direktur Yayasan Asem Bungkuk Yanbu’ul Qur’an Pati Ibrahim Wagiman menegaskan, pentingnya kebutuhan penguasaan bahasa.
Baca Juga: Turun Gunung, Disdukcapil Sasar Siswa Sekolah Agar Bisa Gunakan Hak Pilih
“Kebutuhan bahasa ini penting, mau sekolah ke luar negeri yang dibutuhkan bahasa. Paling utama bahasa. Kalau tidak menguasai bahasa akan tertinggal, padahal negara di luar sana membutuhkan generasi kita. Kalau bahasa dikuatkan, akademik baik, kita tidak hanya ekspor pembantu tenaga atau kasar ke luar, tapi tenaga ahli dengan skill mumpuni,” terang pria yang akrab disapa pak haji ini.
Karena itu, lanjutnya, para santri di Yanbuul Quran 1 Pati ini ditekankan agar memiliki pengetahuan agama, akhlak dan akademik yang seimbang.
“Makanya di sini pertama pembentukan karakter, adab, berfikir qurani. Generasi kita ini diharapkan tidak hanya generasi emas, tapi generasi berlian. Agama aklak dapat akademik dapat,” tegasnya. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab