MILADA Nur Istighfaroh sudah menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di usia 25 tahunnya.
Menjadi abdi negara bagi Mila ialah untuk membahagiakan orangtuanya.
Perempuan asal Desa Pulorejo, Winong, Pati itu sudah menjadi aparatur sipil negara (ASN) di usia mudanya.
”Demi membanggakan orangtua. Selain itu bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara,” paparnya.
Dia tak menyangka dirinya bisa menembus kebutuhan formasi PPPK jabatan fungsional guru kelas di seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2023 itu.
Semua itu berkat peran keluarga juga teman-temannya yang menyemangatinya.
”Sangat bersyukur dan masih merasa tidak menyangka bisa. Pesaingnya kan sangat banyak,” tandas perempuan kelahiran 25 November 1998.
Perempuan lulusan studi sarjana pendidikan di Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada 2021 itu, memilih kebutuhan formasi di Kabupaten Blora.
Bersaing menghadapi 888 pelamar umum, Mila lolos dengan nilai 650.
“Karena saingan pelamar umum sesama pemilik sertifikat pendidik sangat banyak sehingga sulit dipercaya bisa lolos. Blora membuka formasi guru kelas kategori pelamar umum sebanyak 95,” tukasnya.
Wanita yang juga guru bimbingan belajar itu juga berjuang ekstra ketika sebelum tes. Materi-materi pembelajaran dia droping.
Selain itu, ikut berbagai try out hingga banyak referensi seperti e-book.
”Triknya ya belajar, tiap hari wajib mengerjakan soal-soal. Tapi harus rutin juga buat rangkuman tulisan. Terus belajar di youtube juga,” paparnya.
Mila terpaksa memilih daerah luar kota kelahiran lantaran di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tak buka formasi jabatan guru kelas kategori pelamar umum.
Ia pun juga harus benar-benar mengabdi menjadi guru honorer. Bersabar menanti penantian yang ia tunggu selama ini.
”Ingin menjadi guru yang ikhlas mengajar dan mendidik anak di era sekarang ini. Inginnya juga ditempatkan di sekolahan yang dekat rumah. Tapi tetap semangat mengajar,” pungkasnya. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim