Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

INFO DISDAGPERIN PATI: Pesona Batik Ciprat Produk Pati Digandrungi Berbagai Kalangan

Abdul Rochim • Selasa, 20 Februari 2024 | 15:35 WIB
CANTIK: Salah satu model kain batik ciprat produksi Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati.
CANTIK: Salah satu model kain batik ciprat produksi Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati.

Diproduksi Penyandang Disabilitas, Miliki Warna dan Motif yang Khas

PATI, RADARPATI.ID-BATIK ciprat merupakan salah satu produk sandang unggulan di Kabupaten Pati.

Batik ciprat ini diproduksi oleh anggota dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati. Sudah diproduksi sejak 2019.

Bahkan pernah diganjar penghargaan Juara 3 dalam ajang Pati Innovation Award 2021 kategori umum.

Keunikannya karena batik ciprat menampilkan motif bintik-bintik cipratan yang abstrak, tapi menarik untuk dipandang.

Motif batik dihasilkan dari cipratan malam/lilin pada kain. Terlebih dengan warna yang variatif dan atraktif.

Suratno, Ketua PPDI Pati menjelaskan, proses pembuatan batiknya terbilang unik, tidak pakai kuas untuk menciprat.

Namun pakai sabut kelapa dan akar alang-alang yang diikat.

Batik ciprat banyak dipesan dari berbagai kalangan. Dari masyarakat biasa hingga sejumlah pejabat khususnya di Pati sendiri.

"Dari pejabat OPD ada, kalau dari luar kota banyak. Antara lain seperti dari Bekasi, dan kota-kota di Jawa Timur, juga ada pesanan juga dari Kalimantan kita pernah," ungkap Suratno.

Untuk diketahui proses pembuatan batik ciprat dimulai dengan membentangkan kain dengan rangka bambu.

Kemudian malam atau lilin yang sudah dipanaskan di kompor diciprat-cipratkan menggunakan sabut kelapa dan akar alang-alang ke kain tersebut.

Setelah diciprat, kain didiamkan 15 menit. Selanjutnya dilakukan pewarnaan atau blok warna menggunakan spons.

“Setelah itu didiamkan lagi 15 menit, lalu dikunci menggunakan water glass dan didiamkan 24 jam. Selanjutnya dilorot (melunturkan lilin menggunakan air panas), dijemur, setrika, dan jadi,” papar Suratno.

Dalam melakukan pencipratan untuk membentuk motif, lanjut Suratno, mulanya ia hanya asal-asalan.

Namun, seiring berjalannya waktu ada teknik khusus yang ia lakukan sehingga motif yang terbentuk lebih bagus.

Dalam satu hari, Suratno dan rekan-rekannya bisa menghasilkan 5 sampai 10 lembar batik ciprat satu warna.

Selain itu mereka juga membuat batik ciprat dua warna. Namun produksinya lebih lama, yakni 10 lembar butuh waktu pembuatan 20 hari.

“Batik ciprat dua warna memang lebih lama karena dua kali proses. Kami juga buat kombinasi batik ciprat dan tulis.

Itu lebih sulit dan lebih lama lagi karena kami harus mencanting dulu sebelum menciprat. Satu lembar kain bisa memakan waktu empat hari,” paparnya.

Harga jualnya Rp 150 ribu per potong untuk jenis satu warna. Adapun jenis dua warna Rp 175 ribu per potong.

Pemasaran saat ini mengandalkan di sosial media Facebook dan juga grup-grup whatsapp.

Bagi yang berminat bisa pesan melalui nomor whatsapp +62 823-2406-6491. (aua/war)

astra stylo
astra stylo
BERBAGI: Ekey membagikan nasi kotak kepada orang-orang yang melintas di depan Masjid Al-Akbar Surabaya.
BERBAGI: Ekey membagikan nasi kotak kepada orang-orang yang melintas di depan Masjid Al-Akbar Surabaya.
Editor : Abdul Rochim
#pati #pesan #batik #umkm #disdagperin #disabilitas