PATI, RADARPATI.ID - Juwana adalah salah satu kota pelopor UMKM bidang kuningan.
Tidak sedikit para pelaku UMKM ini membuka usaha kuningan dengan ragam dan bentuk yang beragam.
Mugiyarto adalah salah satu pelaku UMKM kuningan di desa Gadingrejo kecamatan Juwana kab Pati.
Ia merintis usaha pembuatan kuningan berupa lonceng untuk sapi dan hewan ternak.
Kuningan adalah salah satu jenis logam yang digunakan sebagai bahan pembuatan barang hiasan.
Kuningan yang dihasilkan oleh Mugiyarto adalah lonceng yang berbunyi dan digunakan untuk penanda hewan ternak seperti sapi, kerbau, dan lain lain.
Mugiyarto mengatakan bahwa usaha ini adalah usaha yang ia rintis sendiri dan sudah berjalan selama kurang lebih 5 tahun.
Ia belajar dari usaha orang tuanya yang dulu juga seorang pelaku UMKM kuningan.
Dirinya juga mengatakan bahwa merintis usaha ini membutuhkan perjuangan yang besar karena ia harus melawan kegagalan yang berkali-kali.
"Dulu saya pernah melanjutkan usaha bapak tapi gagal, itu tahun 1999-an. Trus saya coba lagi merintis usaha kuningan dengan saudara, gagal lagi. Tapi saya pantang menyerah dan memulai usaha kuningan lagi,alhamdulillah yang ini sudah lumayan dan berjalan sampai sekarang," ungkap Mugiyarto pelaku UMKM kuningan.
Proses pembuatan kuningan adalah sebagai berikut.
Pertama adalah peleburan bahan kuningan berupa timah di dalam tungku api yang panas.
Kemudian timah yang sudah melebur dituangkan ke dalam cetakan yang sudah disediakan.
Untuk UMKM kuningan Mugiarto memproduksi kuningan berupa lonceng sapi, sehingga cetakan yang digunakan berbentuk menyesuaikan.
Bahan yang sudah terbentuk lonceng kemudian mengalami proses pengeboran di bagian atas untuk penempatan kayu sebagai pegangan pada lonceng.
Langkah berikutnya adalah pembubutan atau pemerataan permukaan sesuai permintaan konsumen.
Langkah terakhir yaitu finishing degan cara merapikan setiap sisi lonceng untuk penyempurnaan bentuk lonceng.
Kuningan yang dihasilkan oleh Mugiyarto ini akan dijual dan didistribusikan ke Jogjakarta.
Untuk pemasarannya sendiri, ia akan mengirim ke toko maupun reseller yang menjual produk logam.
Ia mengatakan usahanya usahanya telah menghasilkan omset 20 - 30 juta perbulannya dengan dua karyawan tetap. (Aulya Dewantari)