Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Warga Panggungroyom Pati Sulap Sampah Plastik jadi Baju, Begini Tampilannya

Achmad Ulil Albab • Selasa, 13 Februari 2024 | 01:13 WIB
KEREN : Baju hasil produksi Evi Sri Suprihati warga Desa Panggungroyom Kecamatan Wedarijaksa. (ISTIMEWA)
KEREN : Baju hasil produksi Evi Sri Suprihati warga Desa Panggungroyom Kecamatan Wedarijaksa. (ISTIMEWA)

 

 


PATI, RADARPATI.ID – Evi Sri Suprihati warga Desa Panggungroyom mengubah sampah plastik menjadi barang yang lebih bernilai.

Plastik bekas bungkus kopi, minyak goreng, hingga kain perca dan koran bisa ia ubah jadi barang yang memiliki nilai jual. Evi sudah bergelut di dunia kerajinan tangan ini sejak tahun 2012.

Motivasinya membuat produk dari bahan bekas terdorong atas keprihatinannya terhadap limbah sampah disekitarnya.

Menurutnya limbah sampah ini bisa ia ubah jadi barang yang berguna. Sudah banyak produk yang dibuatnya, mulai dari tas, dompet, baju, hiasan dinding.


“Supaya sampah ini bermafaat lagi jadi saya bikin tas, dompet, dan barang-barang lainnya.” kata Evi saat diwawancarai Kamis (8/2).


Dalam pembuatannya bisa membutuhkan kurang lebih 150 bungkus sampah plastik untuk satu produk kotak pensil, dompet atau tas.

Kurang lebih 20 bungkus minyak goreng bisa disulap jadi sebuah tas cangklong. Evi merasa kesulitan untuk mengajak orang-orang disekitarnya untuk ikut andil dalam proses pembuatan kerajinan tangan.

Dirinya sempat melakukan pelatihan-pelatihan untuk mengolah sampah menjadi kerajinan tangan.

“Semoga bisa mengurangi pecemaran sampah dan masyarakat bisa memilah sampah yang bisa dibuat kerajinan dengan daya nilai jual,” tambahnya.


Evi sering mengikuti pelatihan-pelatihan kerajinan tangan, membatik, dan memasak.Selain itu juga ia pernah mengisi acara workshop.

Tak hanya kerajinan sampah, ia juga bisa membuat camilan dan membatik. Ia sering ikut serta dalam pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kini produknya sudah melalang buana, bahkan sampai ke luar negeri.


Produk ini dijual dengan merek Bellevie La Vie 5758. Kata-kata ini diambil dari Bahasa Prancis yang berarti kehidupan.

Sedangkan angka 5758 juga mempunyai makna tersembunyi. Lima tujuh lima depalan atau bisa disigkat maju mapan.

“Iya betul, harapannya produk ini bisa maju dan mapan. Dan La Vie ini saya ambil dari Bahasa Perancis yang berarti kehidupan, jadi bisa juga bermakna kehidupan yang maju dan mapan,” imbuh Evi.

Editor : Achmad Ulil Albab
#Barang #sampah #bernilai #baju #plastik #umkm #wedarijaksa