PATI, RADARPATI.ID - Trend kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) cukup menyita perhatian. Hal ini karena didominasi menjangkiti anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia menyebut sejauh ini pencegahan paling efektif yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“PSN sejauh ini menjadi salah satu upaya yang paling efektif, sehingga kami ajak masyarakat maupun semua pihak untuk melakukan gerakan PSN,” kata Aviani.
Selain itu masyarakat diminta lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan agar mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Masyarakat juga diminta rutin menguras bak mandi atau tempat penampungan air lainnya, juga menutupnya.
Selain itu, membersihkan barang-barang bekas yang dapat menampung air dan menjadi tempat bersarang nyamuk.
Apabila mengalami gejala seperti DBD, warga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Pada musim seperti ini perkembangbiakan nyamuk pembawa virus dengue dinilai lebih cepat. Saat ini musim hujan, tapi ada deretan hari tanpa hujan dan kondisinya panas.
Dengan kondisi seperti ini, nyamuk dapat lebih cepat berkembang biak,” papar Aviani.
Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pati menjadi sorotan.
Bulan Januari kemarin tercatat puluhan orang terjangkit DBD. Bahkan tercatat ada satu yang meninggal dunia.
Data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, kasus DBD pada bulan Januari 2024 mencapai 33 kasus.
Tingginya angka DBD yang terjadi banyak didominasi usia anak-anak.
Sebanyak 64 persen penderita DBD merupakan rentan usia 5 hingga 14 tahun.
Sedangkan usia 15-45 tahun atau dewasa terdapat 30 persen serta tiga persen merupakan usia balita atau 1-4 tahun. (aua/him)