PATI, RADARPATI – Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pati menjadi sorotan.
Bulan Januari kemarin tercatat puluhan orang terjangkit DBD. Bahkan tercatat ada satu yang meninggal dunia.
Hal itu berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, kasus DBD pada bulan Januari 2024 mencapai 33 kasus.
Puluhan kasus itu tersebar di sejumlah kecamatan di Pati.
Kepala Dinkes Kabupaten Pati dr Aviani Tritanti Venusia mengatakan naiknya kasus DBD lantaran kondisi cuaca yang terjadi belakangan ini.
Silih bergantinya cuaca dari panas ke hujan secara cepat dinilai menjadi faktor utama perkembangan nyamuk kian masif.
”Biasanya bulan Januari sampai Maret kasus DBD agak naik. Namun setelah itu kondisi akan kembali normal,” papar Aviani (1/2).
Tingginya angka DBD yang terjadi banyak didominasi usia anak-anak.
Sebanyak 64 persen penderita DBD merupakan rentan usia 5 hingga 14 tahun.
Sedangkan usia 15-45 tahun atau dewasa terdapat 30 persen serta tiga persen merupakan usia balita atau 1-4 tahun.
Meski tergolong tinggi, kasus DBD ini masih jauh dibandingkan pada Januari tahun lalu.
Kasus DBD pada awal tahun 2023 mencapai 92 kasus.
Sementara itu pada Januari tahun 2024 ini sebaran kasus DBD yang dilaporkan mulai dari Kecamatan Pati, Tlogowungu.
Lalu Kecamatan Margoyoso, Dukuhseti, Kecamatan Batangan, Kecamatan Kayen, Jaken, Cluwak, Pucakwangi, Juwana dan Gembong.
Sementara satu anak berusia 7 tahun dilaporkan meninggal dunia, berasal dari Kecamatan Pati Kota.
”Pada bulan Januari 2024 ini ada 33 kasus DBD. Satu anak di Kecamatan Pati Kota meninggal dunia,” papar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Joko Laksono.
Setelah terdapat satu korban jiwa, pihaknya pun melakukan berbagai langkah.
Baik dengan penyemprotan asap alias fogging maupun pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M Plus.
Pihaknya menggencarkan upaya pencegahan, khususnya di rumah masing-masing.
Seperti dengan menutup bak penampungan air, menguras bak mandir, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah tersebut. (aua/him)
Editor : Abdul Rochim