PATI, RADARPATI.ID - Waspada penipuan berkedok telepon, warga kawasan Kauman, Pati Kota Nanik Susilowati menjadi korban.
Dia menebus Rp 4,8 juta, karena saudaranya dikira ditangkap polisi.
Pada Senin (4/12) pukul 18.30 hingga pukul 22.00, Nanik menanggapi panggilan telepon dari nomor 081262446711.
Penipu itu mengaku saudaranya, Bambang Kayen Pati.
Dalam panggilan telepon, penipu itu mengaku kalau menemukan uang Rp 15 juta dalam dompet di SPBU Gajahmati.
Setelah, menemukan uang itu, dirinya dikira maling oleh warga setempat dan ditangkap polisi.
"Bilangnya nemu dompet berisi uang di pom Gajahmati. Terus ditangkap warga dan dilaporkan polisi karena dikira maling," imbuhnya.
Kemudian Bambang (penipu) menelpon Nanik minta tolong untuk menebusnya.
Penipu itu meminta uang tebusan sebesar Rp 4,8 juta.
Hanya saja uang itu diminta untuk lewat pulsa saja.
Hingga akhirnya, Nanik mondar-mandir ke penjual pulsa untuk membelikan ke penipu tadi.
"Saya beli pulsa Rp 800 ribu. Kemudian ada yang Rp 1 juta. Bolak-balik konter itu," katanya.
Sementara itu, pihak keluarga Nanik tak memberitahukan secara detail kenapa dia membeli pulsa sebanyak itu.
"Bilangnya nanti tak kasih tahu kalau sudah selesai urusannya," papar anak korban, Wahyu.
Menurutnya, ibunya itu seperti kena gendam. Sebab saat ditanya alasan tak memberitahu.
Kemudian tak lazim jika membeli pulsa sebanyak itu.
"Beli pulsanya ke banyak nomor. Saya dikasih tahu setelah semuanya selesai," tukasnya.
Berikut nomor-nomor yang dibeberkan Wahyu. 081262446711 (nomor buat telfon korban).
Kemudian nomor untuk transaksi pulsa 082165209468, 081264689734, 082183447670, 085276018833, 081360503729, dan 082363098779.
Dalam pencarian di aplikasi Getcontact, nomor 081262446711 ada 200 penanda.
Ada yang memberi nama nomor tersebut Bang Tutur, Agam,
Nanang Tandem, penipu, Tigor, Polisi, Katanya Ditangkep Polisi, Anto Tagor, dan lain-lain.
Sementara nomor yang untuk transaksi, 082165209468 ada 14 penanda.
Di antaranya, Diana Natalia Ginting Siantar, Mak Selo, Diana Ginsu, dan Kak Diana Reseler.
Pihak keluarga juga sudah melakukan hal serupa. Namun, tak menemukan nama Bambang Kayen dari nomor itu.
"Harapan kami ya agar pihak kepolisian menindaklanjuti. Jangan sampai ada korban lagi," paparnya. (adr/him)
Editor : Kholid Hazmi