RADARPATI.JAWAPOS.COM – Megawati Hangestri Pertiwi mengoleksi 29 poin dalam dua pertandingan fase grup KOVO Cup 2026.
Namun, kontribusi pemain asal Indonesia itu belum mampu menyelamatkan Hyundai Hillstate dari kegagalan melaju ke babak berikutnya.
Hyundai Hillstate menelan dua kekalahan beruntun dengan skor identik 0-3. Mereka tak mampu merebut satu set pun saat menghadapi Korea Expressway Hi-Pass dan GS Caltex.
Baca Juga: Megawati Hangestri Cetak 15 Poin, Koneksi dengan Kim Da-in Mulai Membaik
Megawati mencetak 14 poin ketika Hillstate bertemu Hi-Pass, kemudian menambah 15 poin saat menghadapi GS Caltex.
Catatan tersebut memperlihatkan perannya sebagai salah satu tumpuan serangan tim.
Meski demikian, produktivitas individu belum cukup untuk mengimbangi persoalan kolektif Hyundai Hillstate.
Penerimaan servis, kesalahan sendiri, hingga koordinasi serangan menjadi sejumlah faktor yang membuat mereka kesulitan bersaing.
Serangan Megawati Meningkat, Hasil Tim Tetap Sama
Pada pertandingan pertama melawan Hi-Pass, Megawati mengemas 14 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 35,90 persen. Ia juga melakukan lima kesalahan.
Hi-Pass tampil lebih konsisten dan menutup pertandingan dengan kemenangan 25-17, 25-16, dan 25-18.
Megawati kemudian mencatatkan 15 poin saat menghadapi GS Caltex, terdiri atas 14 poin serangan dan satu poin blok.
Namun, tambahan kontribusi itu kembali belum cukup menghindarkan Hillstate dari kekalahan.
GS Caltex menang 25-23, 25-15, dan 25-22.
Hyundai sempat memberikan perlawanan pada set pertama dan ketiga, tetapi kehilangan momentum ketika pertandingan memasuki fase penentuan.
Pada set pertama, Hillstate bahkan mampu mendekat hingga skor 24-23 sebelum GS Caltex mengamankan kemenangan set melalui Silva.
Receive Tidak Stabil Hambat Variasi Serangan
Salah satu persoalan yang perlu dibenahi Hyundai Hillstate adalah penerimaan servis atau receive.
Jordan Wilson menjadi salah satu pemain yang mendapat tekanan dari servis lawan.
Receive yang kurang akurat membuat setter lebih sulit mengatur distribusi bola. Akibatnya, serangan menjadi kurang bervariasi dan lebih mudah dibaca pemain lawan.
Situasi tersebut turut memengaruhi efektivitas Megawati dan penyerang lainnya.
Ketika suplai bola tidak ideal, pilihan serangan yang dapat dikembangkan tim menjadi terbatas.
Kesalahan sendiri juga memperburuk keadaan. Dalam pertandingan melawan Hi-Pass, sejumlah error dari Megawati, Jordan, dan Bae Yu-na memberi lawan kesempatan memperlebar keunggulan.
Masalah serupa terlihat ketika menghadapi GS Caltex. Hillstate sempat menjaga jarak skor tetap ketat, tetapi belum mampu mempertahankan konsistensi pada poin-poin krusial.
Distribusi Poin GS Caltex Lebih Merata
Perbedaan lain terlihat dari distribusi poin. GS Caltex tidak hanya mengandalkan satu pemain saat mengalahkan Hyundai Hillstate.
Gyselle Silva menjadi pencetak poin terbanyak dengan 17 poin.
Thanacha Sooksod menyumbang 13 poin, disusul Kwon Min-ji dengan 11 poin dan Choi Ga-eun yang mencatatkan 10 poin.
Empat pemain dengan dua digit poin membuat serangan GS Caltex lebih sulit diantisipasi.
Pertahanan Hyundai harus menghadapi beberapa opsi serangan, bukan hanya berfokus pada satu pemain.
Sementara itu, Hillstate masih perlu membangun kombinasi serangan yang lebih padu, termasuk memaksimalkan kontribusi Megawati dan Jordan secara bersamaan.
KOVO Cup Jadi Evaluasi Sebelum V-League
Kegagalan Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026 menunjukkan bahwa produktivitas pemain bukan satu-satunya penentu hasil pertandingan.
Kualitas receive, distribusi bola, efektivitas blok, pengendalian kesalahan, dan kemampuan menjaga momentum turut menentukan performa tim.
Dua kekalahan tanpa merebut satu set menjadi catatan penting bagi Hyundai Hillstate sebelum menjalani kompetisi V-League.
Jika mampu memperbaiki penerimaan servis dan membangun koordinasi serangan yang lebih stabil, Megawati berpeluang memperoleh suplai bola yang lebih ideal untuk memaksimalkan kemampuannya.
Dengan demikian, 29 poin Megawati bukan persoalan utama. Tantangan Hyundai Hillstate adalah mengubah kontribusi individu menjadi permainan kolektif yang lebih konsisten. (*)