RADARPATI.JAWAPOS.COM - Pemanah putri Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah, sukses mempersembahkan medali emas dari cabang olahraga panahan nomor compound individu putri pada ajang Asian Games 2026.
Dalam partai final yang mendebarkan di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Aichi, Jepang, Kamis (1/10) pagi WIB, atlet muda berusia 20 tahun tersebut tampil dingin menundukkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, dengan skor ketat 139-137.
Baca Juga: KLASEMEN Asian Games 2026: Nurisa Dian Juara, Indonesia Kumpulkan 32 Medali di Ranking 13
Kemenangan dramatis ini menjadi kado manis sekaligus melengkapi raihan medali emas kelima bagi Kontingen Indonesia di Asian Games 2026.
Sebelumnya, Indonesia telah mengamankan empat emas melalui tim beregu putra bulu tangkis, lifter Rahmat Erwin Abdullah, ganda putra Leo Carnando/Daniel Marthin, dan atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi.
Pertarungan memperebutkan takhta tertinggi berlangsung sangat sengit di bawah kendala cuaca.
Hembusan angin kencang di arena pertandingan menjadi tantangan berat yang membuat beberapa anak panah dari kedua pemanah gagal menyentuh angka sempurna 10.
Namun, ketenangan emosional dan akurasi Nurisa di masa kritis menjadi pembeda utama.
Berikut adalah pembedahan jalannya pertandingan final end demi end antara Nurisa dan Amaya:
End Pertama (Imbang 28–28): Kedua pemanah membuka laga dengan kehati-hatian tinggi sambil meraba arah angin, mengakhiri sesi pembuka dengan poin sama kuat.
End Kedua (Nurisa Unggul 27–26): Nurisa mulai menemukan ritme lepasan busurnya dan memanfaatkan satu kelengaian nilai dari Amaya untuk mengambil kendali keunggulan.
End Ketiga (Tensi Tinggi 29–29): Persaingan memuncak ketika kedua atlet sama-sama tampil agresif dan mencatatkan skor tinggi, mempertahankan selisih poin.
End Keempat (Ujian Tekanan): Nurisa sempat kehilangan momentum dan kehilangan beberapa angka krusial, membuka celah bagi pemanah Filipina untuk memangkas jarak.
Baca Juga: UPDATE Klasemen Asian Games 2026: Ranking Indonesia usai Tambah Emas dari Panahan
End Kelima / Penentuan (Nurisa Bangkit 29–27): Pada fase penentu, Nurisa menunjukkan mentalitas juara. Ia sukses melepaskan tembakan presisi berbobot 29 poin, sementara Amaya goyah di bawah tekanan dan hanya meraup 27 poin, mengunci kemenangan akhir 139-137 untuk Indonesia.
Perjalanan Nurisa menembus podium tertinggi dipastikan tidak mudah setelah harus menumbangkan jajaran pemanah tangguh sepanjang babak penyisihan.
Pencapaian sejarah di Aichi ini menegaskan kapasitas Nurisa sebagai salah satu pemanah compound papan atas Asia sekaligus mendongkrak posisi Indonesia di tabel klasemen perolehan medali Asian Games 2026. (*)