RADARPATI.JAWAPOS.COM - Lifter putra kebanggaan Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, sukses menyumbangkan medali emas kedua bagi kontingen Merah Putih pada ajang Asian Games 2026.
Tampil perkasa di cabang olahraga angkat besi nomor 73 kg putra, Rahmat memastikan podium tertinggi di Nagoya City Trade and Industry Centre, Jepang, Sabtu (26/9/2026) sore WIB.
Baca Juga: Line Up Resmi Timnas Voli Putra Indonesia vs Thailand di Asian Games 2026
Kemenangan lifter berusia 25 tahun tersebut terasa makin istimewa berkat keberhasilannya memecahkan dua rekor dunia sekaligus, yakni untuk angkatan clean and jerk serta total angkatan. Angkatan impresif Rahmat memastikan dominasi Indonesia di panggung angkat besi kontinental.
Sumbangan emas dari Rahmat menjadi koleksi emas kedua bagi Indonesia di Asian Games 2026, setelah medali emas pertama sebelumnya disumbangkan oleh tim bulu tangkis beregu putra.
Hingga Sabtu (26/9/2026) malam, kontingen Indonesia telah mengumpulkan total 23 medali yang terdiri dari 2 emas, 4 perak, dan 17 perunggu.
Raihan ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-14 klasemen sementara perolehan medali, tepat di bawah Malaysia yang berada di posisi ke-12.
Baca Juga: Jadi Unggulan, Daftar 12 Pemain Utama Timnas Voli Putra Ditakuti!
Sementara itu, posisi puncak klasemen masih didominasi oleh kontingen China dengan raihan fantastis 105 medali emas, disusul tuan rumah Jepang di peringkat kedua dengan 31 emas, serta Korea Selatan di posisi ketiga dengan 14 emas.
Klasemen Perolehan Medali Asian Games 2026 (Sabtu, 26/9/2026):
1. China: 105 Emas, 39 Perak, 27 Perunggu
2. Jepang: 31 Emas, 46 Perak, 47 Perunggu
3. Korea Selatan: 14 Emas, 21 Perak, 36 Perunggu
4. Uzbekistan: 8 Emas, 17 Perak, 9 Perunggu
5. Kazakhstan: 8 Emas, 8 Perak, 18 Perunggu
6. Thailand: 7 Emas, 7 Perak, 9 Perunggu
7. Iran: 6 Emas, 13 Perak, 7 Perunggu
8. Korea Utara: 5 Emas, 5 Perak, 4 Perunggu
9. Bahrain: 5 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu
10. Hong Kong: 4 Emas, 11 Perak, 13 Perunggu
12. Malaysia: 4 Emas, 1 Perak, 7 Perunggu
14. Indonesia: 2 Emas, 4 Perak, 17 Perunggu (*)
Editor : Zakarias Fariury