Indonesia Juara, Jojo Tanpa Kemenangan di Asian Games 2026: Saya akan Bangkit di Nomor Individu

Abdul Rochim • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 08:37 WIB
Pebulutangkis putra Indonesia Jonathan Christie berlaga di Asian Games 2026 Jepang. (PBSI)
Pebulutangkis putra Indonesia Jonathan Christie berlaga di Asian Games 2026 Jepang. (PBSI)

RadarPati.JAWAPOS.COM – Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia sukses merebut medali emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan China dengan skor 3-2 dalam final dramatis di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis (24/9/2026).

Namun, di balik keberhasilan tersebut terselip catatan berbeda dari Jonatan Christie.

Tunggal putra nomor satu dunia itu justru tidak mampu menyumbangkan satu kemenangan selama tampil di nomor beregu.

Jonatan tiga kali dipercaya turun sejak babak perempat final hingga final.

Baca Juga: Indonesia Tumbangkan Tingkok, Rebut Emas Bulutangkis Beregu Putra Asian Games 2026

Sayangnya, seluruh pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan.

Catatan pertama terjadi pada perempat final ketika Jonatan berhadapan dengan wakil Malaysia, Leong Jun Hao.

Jojo mengawali pertandingan dengan merebut gim pertama 22-20.

Namun, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan. Leong membalikkan keadaan setelah memenangi dua gim berikutnya dengan skor 21-12 dan 21-17.

Pada semifinal, Jonatan kembali mendapat lawan berat. Kali ini Kunlavut Vitidsarn dari Thailand menjadi penghalang.

Jonatan harus mengakui keunggulan pemain Thailand tersebut dalam dua gim langsung. Kunlavut menang 21-17, 21-14.

Kekalahan ketiga sekaligus yang paling disorot terjadi di partai pembuka final menghadapi Shi Yuqi.

Turun sebagai tunggal pertama, Jonatan kalah dalam dua gim dengan skor 13-21, 18-21. Hasil itu membuat Indonesia harus tertinggal lebih dahulu dari China.

“Saya tentu tidak puas dengan hasil ini. Saya berharap bisa memberikan kontribusi lewat poin, tetapi kesempatan itu belum berhasil saya wujudkan,” ujar Jonatan.

Indonesia Tetap Membalikkan Keadaan

Meski kehilangan poin dari Jonatan, Indonesia tidak membiarkan China mempertahankan keunggulan.

Alwi Farhan menjadi pemain yang membuka jalan kebangkitan Indonesia. Turun di partai ketiga, Alwi berhasil mengalahkan Li Shi Feng.

Sebelumnya, pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga berhasil menjaga peluang Indonesia setelah menyamakan kedudukan.

Penentuan akhirnya berada di tangan Moh Zaki Ubaidillah.

Pemain muda Indonesia tersebut tampil di partai terakhir dan berhasil menundukkan Weng Hongyang dalam dua gim langsung.

Indonesia pun berbalik unggul 3-2 dan memastikan medali emas nomor beregu putra Asian Games 2026.

Jojo Siapkan Diri untuk Nomor Individu

Setelah menyelesaikan tugasnya di nomor beregu, Jonatan kini mengalihkan perhatian ke nomor individu.

Tiga kekalahan beruntun membuat pemain berusia 29 tahun itu memilih memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus ketenangannya.

“Saya ingin menggunakan waktu istirahat untuk mengembalikan ketenangan dan kondisi tubuh. Mudah-mudahan jeda ini membantu saya menyiapkan diri menghadapi pertandingan individu,” tandas Jonatan.

Dengan demikian, perjalanan Jonatan di nomor beregu Asian Games 2026 berakhir dengan catatan tiga pertandingan dan tiga kekalahan.

Sementara rekan-rekannya mampu bangkit dari ketertinggalan untuk membawa Indonesia merebut emas dari nomor beregu putra. (*)

Editor : Abdul Rochim
Jonatan Christie bulu tangkis Indonesia Asian Games 2026 tim beregu putra Indonesia emas Asian Games