RADARPATI.JAWAPOS.COM - Bintang bola voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, membuat pengakuan mengejutkan terkait perjalanan kariernya.
Opposite spiker yang kini memperkuat Hyundai E&C Hillstate tersebut mengaku awalnya tidak menyukai olahraga bola voli dan lebih gemar bermain sepak bola.
Baca Juga: Tanpa Megawati! Daftar 12 Pemain Voli Putri Timnas di Asian Games 2026
Faktor postur tubuh yang tinggi menjadi alasan utama Megawati akhirnya diarahkan untuk menekuni bola voli. Pengakuan tersebut diungkapkan Megawati dalam wawancara di kanal YouTube resmi klub Hyundai E&C Hillstate yang diunggah pada Kamis (24/9/2026).
Megawati menceritakan bahwa masa-masa awal berlatih voli saat kecil terasa sangat berat dan tidak menyenangkan karena melelahkan serta membuat tangannya sakit.
Kendati demikian, pandangannya mulai berubah seiring berjalannya waktu setelah menemukan berbagai hal positif dari olahraga tersebut.
Banyaknya relasi pertemanan, kesempatan bertualang ke berbagai daerah dan negara, hingga prospek penghasilan yang menjanjikan menjadi faktor utama yang membuat pemain kelahiran Jember ini mulai menikmati bola voli.
Kariernya pun melesat cepat hingga berhasil menembus panggung Proliga, memperkuat Timnas Voli Putri Indonesia, dan menjajal kompetisi mancanegara.
Pengalaman tampil di luar negeri, khususnya di Liga Korea (V-League), diakui Megawati memberikan dampak besar bagi perkembangan kemampuannya.
Baca Juga: Turun 22 Kilogram? Berat Badan Megawati Hangestri Jadi Sorotan
Ia merasakan perbedaan signifikan dalam hal pola latihan yang ketat serta durasi musim kompetisi yang lebih panjang dibandingkan liga-liga yang pernah disinggahinya.
Megawati menilai peningkatan level permainan dan kematangan bertandingnya jauh lebih terlihat ketika ia menjalani musim keduanya berkarier di Negeri Ginseng tersebut.
Mengenai proses adaptasinya di skuad Hyundai E&C Hillstate, Megawati mengaku sempat merasa canggung pada awal kedatangannya. Rekan-rekan barunya di tim saat ini merupakan para pemain yang sebelumnya sering ia hadapi sebagai lawan di lapangan pertandingan.
"Saya sempat malu ketika pertama kali bertemu dengan mereka," ungkap Megawati.
Namun, rasa canggung tersebut tidak bertahan lama. Hanya butuh waktu sekitar satu minggu bagi Megawati untuk mencairkan suasana dan mulai berkomunikasi santai dengan rekan-rekan setimnya.
Kini, Megawati mulai menikmati suasana kekeluargaan di klub barunya. Selain fokus meningkatkan performa dan daya gedor tim di lapangan, ia juga terus menyerap pengalaman baru dari dinamika kehidupan bersama skuad Hyundai E&C Hillstate di Korea Selatan. (*)
Editor : Zakarias Fariury