Bulu Tangkis Asian Games 2026: Tim Putri Lawan China Taipei, Putra Tantang Malaysia

Abdul Rochim • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 15:51 WIB
Para pebulutangkis pelatnas usai sesi latihan jelang lanjutan laga Asian Games 2026. (PBSI)
Para pebulutangkis pelatnas usai sesi latihan jelang lanjutan laga Asian Games 2026. (PBSI)

RADAR PATI – Dua tim bulu tangkis Indonesia bersiap menjalani pertandingan penting di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Tim beregu putri dan putra sama-sama membidik kemenangan pada babak perempat final yang berlangsung Selasa (22/9/2026).

Pertandingan digelar di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Jepang.

Baca Juga: Hasil Undian Bulutangkis Asian Games 2026: Tim Putra Indonesia Dapat Bye, Putri Hadapi Mongolia

Tim beregu putri Indonesia akan lebih dulu turun pada sesi pagi dengan menghadapi China Taipei.

Setelah itu, giliran tim beregu putra Merah Putih yang berjuang merebut tiket semifinal.

Fajar Alfian dan kawan-kawan dijadwalkan menghadapi Malaysia pada sesi sore.

Pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky, memastikan persiapan tim berjalan dengan baik.

 Ia menyebut kondisi para pemain, baik secara fisik maupun teknik, sudah siap menghadapi pertandingan melawan China Taipei.

"Kalau lihat dari kondisi anak-anak tadi di latihan terakhir, baik teknik dan fisik saya lihat sudah siap untuk menghadapi China Taipei," kata Karel.

Menurutnya, kesiapan tersebut tidak hanya dibangun melalui latihan teknis.

Kekompakan antarpemain juga menjadi perhatian sebelum menghadapi laga perempat final.

Tim ganda putri bahkan melakukan koordinasi bersama sektor tunggal putri yang ditangani pelatih Imam Tohari.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesatuan tim Indonesia.

"Kami selalu mengutamakan kesatuan dan kebersamaan. Jadi tadi juga sudah kumpul dengan tim tunggal putri, dengan coach Imam (Tohari). Semoga ini membawa dampak positif bagi performa anak-anak," ujarnya.

Karel memastikan Indonesia akan menurunkan komposisi terbaik saat menghadapi China Taipei. Ia mengakui lawan memiliki kekuatan, terutama pada sektor ganda.

Meski demikian, Karel menilai peluang Indonesia tetap terbuka selama para pemain mampu menjalankan strategi dan tampil sesuai persiapan yang telah dilakukan.

"Pasti yang diturunkan adalah komposisi terbaik. Ganda mereka cukup kuat tapi dengan persiapan yang anak-anak lakukan, pasangan lawan bukan yang tidak bisa dilewati," tuturnya.

Ia juga meminta pemain tidak larut dalam tekanan pertandingan. Para atlet diharapkan mampu bermain lepas dengan mengandalkan hasil latihan.

"Saya ingin mereka praktikkan apa yang sudah didapat di latihan. Main all out, yakin, percaya, sabar dan tenang," kata Karel.

Putra Waspadai Pengalaman Malaysia

Sementara itu, tim beregu putra Indonesia menghadapi tantangan berbeda. Malaysia memiliki sejumlah pemain berpengalaman, khususnya pada sektor ganda.

Fajar Alfian mengingatkan rekan-rekannya agar tidak meremehkan lawan.

Menurutnya, pengalaman pemain Malaysia dapat menjadi faktor yang harus diantisipasi sejak awal pertandingan.

"Malaysia diisi pemain-pemain senior khususnya di ganda, mereka banyak pengalaman jadi kami tidak boleh lengah," ujar Fajar.

Kapten tim Indonesia itu juga menekankan kesiapan seluruh pemain.

Siapa pun yang mendapat kepercayaan turun harus mampu menjalankan tugas dengan maksimal.

"Kami juga ingin memberikan yang terbaik, siapa pun yang diturunkan besok kami harus siap untuk bertanggung jawab dan memberikan hasil yang terbaik," katanya.

Dua laga perempat final tersebut menjadi kesempatan Indonesia untuk melanjutkan perjuangan di nomor beregu Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Kemenangan akan membawa masing-masing tim selangkah lebih dekat menuju perebutan medali. (*)

 

Editor : Abdul Rochim
bulu tangkis Indonesia Indonesia vs Malaysia Asian Games 2026 Indonesia vs China Taipei perempat final Asian Games