RADARPATI.JAWAPOS.COM - Nama Sumaya (21) mendadak mencuri perhatian publik olahraga nasional setelah sukses mempersembahkan medali perak pertama bagi Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Keberhasilannya menembus partai puncak nomor women's singles cabang teqball menjadi pencapaian fenomenal, mengingat atlet asal Kabupaten Bengkalis, Riau ini baru mengenal dan serius menekuni teqball dalam dua tahun terakhir.
Baca Juga: Klasemen Terbaru Timnas Indonesia di Asian Games, Dapat Perak Pertama
Profil Singkat Atlet
Nama Lengkap: Sumaya
Tempat, Tanggal Lahir: Kabupaten Bengkalis, Riau, 18 Agustus 2005
Usia: 21 Tahun
Latar Belakang Cabor: Sepak Takraw
Cabor Saat Ini: Teqball (Nomor Tunggal & Campuran)
Pencapaian Utama: Medali Perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026 (Women's Singles)
Transformasi dari Sepak Takraw ke Meja Melengkung Teqball
Sebelum terjun ke dunia teqball, Sumaya merupakan atlet sepak takraw. Kemampuan dasar kontrol bola, fleksibilitas, dan ketepatan refleks dari sepak takraw menjadi modal utamanya saat beradaptasi dengan meja melengkung khas teqball.
Di cabor sepak takraw maupun nomor ganda campuran teqball, Sumaya sejatinya lebih sering berperan sebagai pengumpan (feeder). Namun, pelatih tunggal putri teqball Indonesia, Benidiktus Budi Setyoko, melihat potensi besar yang dimiliki Sumaya untuk bersaing di nomor perorangan (single).
"Di takraw, dia memang bertugas umpan. Ketika di nomor campuran teqball, tugasnya juga mengumpan. Tapi dia punya potensi luar biasa untuk bermain tunggal (single). Semakin dia bagus bermain single, saat bermain double otomatis penguasaan lapangannya jauh lebih matang," ujar Benidiktus.
Kedisiplinan dan Latihan Intensif
Keberhasilan Sumaya meraih medali perak tidak lepas dari etos kerja dan porsi latihan ketat selama masa pemusatan latihan (TC). Program fokus diarahkan pada penguasaan seluruh area permainan serta kestabilan mental saat bertanding.
Sumaya sendiri mengakui komitmen penuh yang ia curahkan demi membela nama bangsa di panggung Asia:
"Kami terus berlatih tanpa henti. Hidup saya penuh untuk teqball—setiap hari dari pagi, siang, hingga sore," ungkap Sumaya.
Jalan Terjal Menuju Podium Perak
Bertanding di Nagoya City Higashi Sports Center, langkah Sumaya mengukir sejarah di Asian Games 2026 dipenuhi perjuangan pantang menyerah:
Fase Grup B:
Menang vs Dandal Kamar (Lebanon): 2-0 (12-9, 12-11)
Kalah vs Wai Khin Hnin (Myanmar): 0-2 (10-12, 8-12)
Menang vs Aidana Otorbaeva (Kirgizstan): 2-1 (6-12, 12-6, 12-6) — Lolos sebagai runner-up grup
Babak Repechage: Menang vs Dy Koemyean (Kamboja): 2-0 (12-8, 12-7)
Baca Juga: Klasemen Asian Games 2026, Indonesia Merangkak Naik
Semifinal: Menang vs Quimcy Joaquim Dsouza (India): 2-1 (7-12, 12-9, 12-7)
Final: Kalah vs Wai Khin Hnin (Myanmar): 1-2 (12-10, 8-12, 9-12) — Meraih Medali Perak
Pencapaian atlet muda berusia 21 tahun ini menjadi awal cerah bagi masa depan cabang olahraga teqball Indonesia di kancah internasional. (*)