RADARPATI.JAWAPOS.COM – Kepindahan Megawati Hangestri Pertiwi dari Daejeon JungKwanJang Red Sparks ke Hyundai E&C Hillstate ternyata menarik perhatian hingga ke media sosial.
Pergerakan jumlah pengikut kedua klub di Instagram dan YouTube menunjukkan tren yang berbeda sejak Megawati meninggalkan Red Sparks dan bergabung dengan Hillstate untuk menghadapi V-League 2026/2027.
Berdasarkan data yang ditelusuri pada 9 September 2026, kanal YouTube resmi Hyundai Hillstate, @HDECVolleyballTeam, mengalami pertumbuhan dalam beberapa pekan terakhir.
Pada 27 Juli, jumlah subscribernya berada di kisaran 105 ribu. Angka tersebut kemudian naik menjadi sekitar 111 ribu pada 15 Agustus.
Baca Juga: Megawati Tak Cuma Jadi Mesin Poin, Blok Jadi Senjata Baru di Hillstate
Hingga 9 September, jumlah subscriber kembali bertambah menjadi sekitar 114 ribu.
Dengan demikian, kanal YouTube Hillstate memperoleh tambahan sekitar 9 ribu subscriber dibandingkan posisi akhir Juli. Khusus sejak pertengahan Agustus, kenaikannya mencapai sekitar 3 ribu subscriber.
Pertumbuhan serupa terlihat di Instagram resmi Hillstate, @hdecvolleyballteam.
Akun tersebut memiliki sekitar 168 ribu followers pada 25 Juli. Jumlahnya meningkat menjadi sekitar 170 ribu pada 15 Agustus dan kembali naik menjadi 171 ribu pada 9 September.
Red Sparks Justru Kehilangan Pengikut
Pergerakan berbeda terjadi pada klub yang sebelumnya diperkuat Megawati selama dua musim, Red Sparks.
Kanal YouTube resmi Red Sparks, @Red_Sparks, cenderung tidak mengalami pertumbuhan berarti.
Jumlah subscriber berada di kisaran 340 ribu pada Juli, kemudian turun menjadi sekitar 339 ribu pada pertengahan Juli dan masih berada di angka yang sama hingga 9 September.
Penurunan juga terlihat pada Instagram Red Sparks, @red__sparks.
Pada 25 Juli, akun tersebut memiliki sekitar 364 ribu followers. Jumlahnya turun menjadi sekitar 363 ribu pada 15 Agustus dan kembali berkurang menjadi sekitar 361 ribu pada 9 September.
Artinya, terdapat penurunan sekitar 3.000 followers sejak akhir Juli.
Belum Cukup Membuktikan Megawati Effect
Perbedaan tren tersebut memang menarik jika dikaitkan dengan kepindahan Megawati.
Apalagi pemain berjuluk Megatron itu memiliki basis penggemar besar di Indonesia dan popularitasnya meningkat setelah dua musim tampil di Liga Voli Korea.
Ketika Megawati pindah ke Hillstate, sebagian penggemarnya berpotensi ikut memberikan perhatian kepada klub barunya, termasuk melalui media sosial.
Namun, kenaikan jumlah followers Hillstate belum bisa secara otomatis disebut sebagai Megawati Effect.
Pertumbuhan media sosial dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti performa tim, intensitas unggahan, konten pemain, promosi klub, aktivitas pramusim, hingga meningkatnya antusiasme menjelang kompetisi.
Begitu pula penurunan followers Red Sparks tidak bisa langsung dianggap sebagai dampak kepergian Megawati.
Untuk membuktikan pengaruh tersebut, diperlukan indikator yang lebih luas.
Misalnya, data asal negara followers baru, jumlah penonton video, tingkat interaksi, komentar, serta engagement pada konten yang menampilkan Megawati.
Meski demikian, perubahan angka tersebut tetap menunjukkan bahwa kepindahan Megawati menjadi salah satu fenomena menarik menjelang musim baru.
Apakah pertumbuhan akun Hillstate akan terus berlanjut ketika Megawati mulai tampil dalam pertandingan resmi?
Jawabannya menarik untuk ditunggu saat KOVO Cup 2026 dan V-League 2026/2027 bergulir.
Jika tren tersebut semakin kuat bersamaan dengan meningkatnya eksposur Megawati, pembahasan mengenai Megawati Effect di media sosial klub Korea Selatan tentu akan semakin menarik. (*/him)
Editor : Abdul Rochim