Profil Adnan Maulana, Pebulu Tangkis yang Diduga Match Fixing Dicoret dari Skuad Indonesia untuk Ajang Kejuaraan Dunia 2026

Abdul Rochim • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:01 WIB
Adnan Maulana diduga terlibat kasus pelanggaran integritas berupa pengaturan skor (match fixing). Dugaan tersebut saat ini tengah diproses Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). (Dok. PBSI)
Adnan Maulana diduga terlibat kasus pelanggaran integritas berupa pengaturan skor (match fixing). Dugaan tersebut saat ini tengah diproses Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). (Dok. PBSI)

RADARPATI.JAWAPOS.COM – Nama Adnan Maulana menjadi sorotan setelah PBSI mencoret dirinya dan Jafar Hidayatullah dari skuad Indonesia untuk BWF World Championships 2026.

Keputusan tersebut diambil ketika Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) masih menjalankan judicial proceedings terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia.

Meski demikian, PBSI menegaskan proses tersebut masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan akhir.

Baca Juga: Terlibat Match Fixing, PBSI Coret Dua Pasangan Ganda Campuran dari BWF World Championships 2026

Karena itu, dugaan yang beredar tidak dapat dijadikan kesimpulan mengenai keterlibatan atlet tertentu.

Lahir di Jambi dan Masuk Pelatnas Sejak 2019

Adnan Maulana lahir di Jambi pada 23 Oktober 1999. Ia memiliki tinggi badan 177 sentimeter dan menggunakan tangan kanan.

Adnan mulai mengenal bulu tangkis ketika berusia sekitar delapan tahun.

 Dalam perjalanan kariernya, ia mengidolakan legenda bulu tangkis Indonesia, Nova Widianto.

Perjalanan Adnan menuju level nasional dimulai dari klub Jaya Raya Metland. Saat ini, ia tercatat memperkuat PB Jaya Raya Jakarta.

Adnan kemudian masuk Pelatnas PBSI pada 2019 dan berstatus sebagai atlet tingkat utama di sektor ganda campuran.

Pernah Raih Medali SEA Games

Adnan memiliki sejumlah pengalaman di kompetisi internasional.

Salah satu pencapaian pentingnya terjadi pada SEA Games 2021 di Vietnam.

 Saat itu, Adnan yang berpasangan dengan Mychelle Crhystine Bandaso berhasil mempersembahkan medali perunggu ganda campuran untuk Indonesia.

Sebelumnya, Adnan juga mencatatkan prestasi di level junior dan turnamen internasional.

Ia menjadi runner-up Asia Junior Championship 2017 bersama tim Indonesia.

Selain itu, Adnan pernah menjadi runner-up Singapore International 2018 bersama Masita Mahmudin serta runner-up Indonesia International 2018 bersama Shella Devi Aulia.

Karier Bersama Indah Cahya Sari Jamil

Dalam perkembangan karier berikutnya, Adnan juga berpasangan dengan Indah Cahya Sari Jamil di sektor ganda campuran.

Keduanya menjadi salah satu pasangan Indonesia yang diperhitungkan di sektor tersebut.

Indah dan Adnan bahkan baru saja meraih gelar Thailand Masters 2026, menambah pengalaman mereka di level internasional.

PBSI Hormati Proses BWF

Pencoretan Adnan dari skuad Kejuaraan Dunia terjadi ketika BWF sedang menjalankan proses hukum internal atau judicial proceedings terkait dugaan pelanggaran integritas.

Isu yang beredar di publik berkaitan dengan dugaan match fixing. Namun, PP PBSI menegaskan tidak akan mengaitkan proses tersebut dengan atlet tertentu sebelum ada keputusan resmi.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Ricky Soebagdja mengatakan pihaknya menghormati sekaligus mendukung mekanisme yang diterapkan BWF untuk menjaga integritas bulu tangkis.

PBSI juga meminta masyarakat dan media menghormati proses yang sedang berjalan serta menghindari spekulasi sebelum adanya keputusan dari Independent Hearing Panel BWF.

Menurut PBSI, setiap langkah organisasi akan tetap mengedepankan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan hak atlet, dan komitmen menjaga integritas olahraga.

Dengan demikian, status Adnan Maulana maupun Jafar Hidayatullah dalam perkara tersebut masih menunggu proses resmi BWF.

Hingga keputusan Independent Hearing Panel diterbitkan, dugaan pelanggaran integritas tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan akhir terhadap kedua atlet. (*/him)

 

Editor : Abdul Rochim
BWF World Championships 2026 Jafar Hidayatullah Adnan Maulana dugaan match fixing pbsi