RADARPATI.JAWAPOS.COM – Nama Jafar Hidayatullah tengah menjadi sorotan setelah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mencoret dirinya dari skuad Indonesia untuk BWF World Championships 2026.
Pencoretan tersebut berkaitan dengan dugaan match fixing yang saat ini masih dalam proses penyelidikan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
Jafar bukan nama asing di sektor ganda campuran Indonesia.
Pebulu tangkis kelahiran Tangerang, 9 Januari 2003, tersebut dikenal sebagai pemain kidal dengan tinggi badan 170 sentimeter.
Jafar mulai mengenal bulu tangkis sejak berusia lima tahun. Ia kemudian mengawali perjalanan kariernya bersama PB Rajawali, Tangerang, klub yang hingga kini masih menaunginya.
Karier Jafar mulai mendapatkan perhatian lebih besar setelah dirinya resmi masuk Pelatnas PBSI pada 2023.
Sebelum berpasangan dengan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Jafar sempat bermain bersama Aisyah Salsabila Putri Pranata di level turnamen Super 100.
Karier Jafar Bersama Felisha Pasaribu
Perjalanan Jafar mengalami perkembangan pesat sepanjang 2024 ketika mulai dipasangkan dengan Felisha.
Keduanya kemudian menjadi salah satu pasangan muda yang diperhitungkan di sektor ganda campuran Indonesia.
Performa Jafar/Felisha terus meningkat hingga berhasil menembus peringkat sembilan dunia pada Januari 2026.
Pasangan tersebut juga pernah meraih medali perunggu pada Kejuaraan Asia 2025.
Baca Juga: Terlibat Match Fixing, PBSI Coret Dua Pasangan Ganda Campuran dari BWF World Championships 2026
Namun, perjalanan mereka menuju BWF World Championships 2026 harus terhenti setelah PBSI mencoret pasangan tersebut dari skuad Indonesia di tengah penyelidikan dugaan match fixing.
Kakak Pebulu Tangkis Febi Setianingrum
Jafar juga memiliki hubungan keluarga dengan pebulu tangkis Indonesia lainnya. Ia merupakan kakak dari Febi Setianingrum yang bermain di sektor ganda putri.
Keduanya bahkan pernah sama-sama mencatat prestasi di Indonesia Masters 2024.
Saat itu, Jafar menjadi juara di sektor ganda campuran, sedangkan Febi meraih gelar di sektor ganda putri.
Mengidolakan Lin Dan
Di luar lapangan, Jafar mengaku mengidolakan legenda bulu tangkis China, Lin Dan.
Ia juga memiliki prinsip untuk menikmati setiap proses yang dijalani dan tidak membiarkan kegagalan masa lalu menghambat langkah berikutnya.
Baca Juga: BWF Hukum Delapan Atlet Indonesia karena Kasus Match Fixing, Ada yang Diskors Seumur Hidup
Prinsip tersebut kini menghadapi ujian setelah namanya terseret dalam sorotan terkait dugaan pelanggaran integritas olahraga.
Meski demikian, dugaan match fixing tersebut masih dalam proses penyelidikan BWF.
Karena itu, status Jafar dalam perkara tersebut masih harus menunggu hasil pemeriksaan dan keputusan resmi dari otoritas terkait. (*/him)