MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 di Kudus Buka Kelompok Umur 8, Sebanyak 2.270 Pelajar Ikut Serta

Galih Erlambang Wiradinata • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:38 WIB

ANGIN SEGAR: Atlet mengikuti kejuaraan perlombaan MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026. (MACS UNTUK RADAR PATI)
ANGIN SEGAR: Atlet mengikuti kejuaraan perlombaan MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026. (MACS UNTUK RADAR PATI)

KUDUS – Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife kembali berkolaborasi dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kudus menggelar MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026.

Kejuaraan ini menghadirkan kelompok usia (KU) 8 sebagai langkah memperkuat pembinaan atletik sejak usia dini.

Sebanyak 2.270 peserta dari 196 Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kudus dan sekitarnya ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Baca Juga: Akademi Persib Bandung Juara Hydroplus Soccer League U-18, Bungkam Putri Garut 5-0 di Final

Tahun ini, penyelenggara mempertandingkan lima kelompok usia, yakni KU-8, KU-10, KU-12, KU-15, dan KU-18 dengan total 23 nomor perlombaan.

Nomor yang dipertandingkan meliputi berbagai kategori lari, estafet, jalan cepat, lompat, lempar, hingga fun games edukatif seperti Kanga's Escape, Formula 1, Frog Jump, dan Turbo Throw.

Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto, mengatakan penambahan kelompok usia delapan tahun bertujuan memperluas regenerasi atlet sejak tingkat akar rumput.

Dengan menghadirkan kelompok usia 8 tahun pada Seri 1 2026, pihaknya ingin memotong garis awal pembinaan agar lebih dini lagi.

Di usia emas anak-anak, koordinasi motorik mereka sedang berkembang pesat.

"Lewat MilkLife Athletics Challenge, kami memfasilitasi mereka agar mengenal fondasi atletik lewat cara yang kompetitif namun tetap menyenangkan," ujarnya.

Selain menambah kelompok usia, penyelenggara juga melakukan penyempurnaan nomor perlombaan. Tahun ini ditambahkan nomor lari 800 meter dan lompat tinggi untuk mengukur potensi dasar atlet muda.

Sementara nomor yang membutuhkan ketahanan fisik ekstrem, seperti lari 3.000 meter dan lompat jangkit, tidak lagi dipertandingkan demi menyesuaikan dengan tahap tumbuh kembang peserta.

"Kami ingin peserta fokus pada nomor atletik yang adaptif dan sesuai dengan porsi tumbuh kembang mereka, sehingga proses pencarian bakat berjalan lebih aman dan terarah," tambah Welly.

Ketua PASI Kudus, Firdaus, menilai pembinaan atletik usia dini di Jawa Tengah menunjukkan perkembangan positif sejak MilkLife Athletics Challenge rutin digelar pada 2024.

Menurutnya, ajang tersebut tidak lagi sekadar menjadi kompetisi.

Tetapi telah berkembang menjadi wadah pembibitan atlet potensial yang dipersiapkan untuk mewakili Jawa Tengah di tingkat regional maupun nasional.

"Perkembangan kualitas anak-anak dari seri ke seri sangat luar biasa. Kompetisi yang reguler seperti ini berhasil mengubah pandangan bahwa atletik itu menakutkan menjadi sebuah petualangan yang menyenangkan bagi anak sekolah," katanya.

Pada MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026, MTsN 1 Kudus kembali keluar sebagai juara umum kategori KU-15.

Sekolah tersebut sukses mempertahankan gelar setelah mengoleksi tujuh medali emas, tiga perak, dan dua perunggu.

Perwakilan MTsN 1 Kudus, Dimas Maulana, mengatakan ajang ini menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan bakat, kedisiplinan, dan sportivitas peserta didik.

"Anak-anak ternyata memiliki bakat di bidang atletik. Kami berupaya memfasilitasi mereka melalui kegiatan ekstrakurikuler agar prestasi ini bisa terus dipertahankan dan melahirkan bibit atlet atletik dari Kudus," ujarnya.(gal)

Editor : Abdul Rochim
MilkLife Athletics Challenge 2026 atletik Kudus PASI Kudus pembinaan atlet usia dini djarum foundation