JAKARTA – Legenda bulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, membagikan pengalaman perjuangannya meniti karier sebagai atlet saat menghadiri kegiatan meet and greet di booth Djarum Foundation pada ajang Indonesia Open 2026 di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Kevin menceritakan bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu berjalan mulus.
Ia mengawali karier dengan mengikuti Audisi Umum PB Djarum pada 2006, namun gagal lolos pada percobaan pertama.
Kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Setahun kemudian, atlet asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu kembali mengikuti audisi dan akhirnya diterima sebagai atlet muda PB Djarum.
Baca Juga: SDN 2 Jambean Pati Akhiri Dominasi Juara Bertahan di MilkLife Soccer Challenge
Menurut Kevin, kegagalan justru menjadi motivasi untuk berlatih lebih keras dan membuktikan kemampuan yang dimiliki.
Ia menilai setiap atlet memiliki perjalanan berbeda menuju kesuksesan. Ada yang langsung berhasil, namun tidak sedikit yang harus melalui berbagai kegagalan sebelum mencapai impian mereka.
Berkat pembinaan di PB Djarum, Kevin kemudian berkembang menjadi salah satu pebulu tangkis terbaik dunia di sektor ganda putra.
Bersama pasangannya, ia meraih berbagai gelar internasional dan mencatatkan prestasi gemilang dengan menjuarai Indonesia Open tiga kali berturut-turut pada 2018, 2019, dan 2021.
Kevin pun berpesan kepada para atlet muda yang ingin mengikuti Audisi Umum PB Djarum agar terus meningkatkan kemampuan dan tidak mudah menyerah selama proses seleksi.
Dalam acara tersebut turut hadir legenda bulu tangkis Indonesia, Sigit Budiarto, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026.
Sigit menjelaskan bahwa Audisi Umum PB Djarum bukan sekadar ajang seleksi atlet muda.
Tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlangsungan ekosistem bulu tangkis nasional melalui regenerasi atlet berbakat dari berbagai daerah.
Tahun ini, Audisi Umum PB Djarum akan digelar di tiga kota, yakni Pekanbaru pada 7–12 Juli, Makassar pada 4–9 Agustus, dan Kudus pada 8–13 September 2026.
Menurut Sigit, persaingan bulu tangkis dunia yang semakin ketat menuntut Indonesia untuk terus melakukan regenerasi atlet secara berkelanjutan.
Karena itu, pencarian bakat harus dilakukan secara aktif melalui audisi terbuka agar potensi-potensi terbaik dapat ditemukan sejak dini.
Ia optimistis Indonesia akan terus melahirkan atlet-atlet hebat jika proses pembinaan dan pencarian bakat dilakukan secara konsisten.
“Tugas kami menemukan mereka lebih awal dan memberikan pembinaan yang tepat agar potensinya berkembang maksimal,” ujarnya.(gal)