KUDUS – Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali menggelar Audisi Umum PB Djarum 2026 sebagai upaya mencari dan membina bibit-bibit pebulutangkis muda Indonesia.
Tahun ini, audisi akan berlangsung di tiga kota, yakni Pekanbaru pada 7–12 Juli 2026, Makassar pada 4–9 Agustus 2026, dan Kudus pada 8–13 September 2026.
Audisi di Pekanbaru akan digelar di GOR Angkasa, Makassar di GOR Dafest, sementara puncak seleksi kembali berlangsung di GOR Djarum Kudus.
Baca Juga: RIBUAN ATLET PADATI SIRNAS JATENG! 1.031 Peserta Siap Bertarung di Kudus
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan perluasan lokasi audisi dilakukan untuk menjaring lebih banyak talenta dari luar Pulau Jawa, khususnya Sumatra dan Sulawesi.
"Langkah ini juga menjawab permintaan para atlet, orang tua, dan klub daerah agar proses pencarian bakat tidak hanya terpusat di Kudus. Kami berharap dari tiga kota tersebut akan lahir mutiara-mutiara baru bulu tangkis Indonesia," kata Yoppy.
Audisi tahun ini dibuka untuk kelompok usia U-11 (kelahiran 2016–2018), KU 11 (kelahiran 2015), dan KU 12 (kelahiran 2014), baik putra maupun putri.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, menegaskan proses seleksi tetap dilakukan ketat dan kompetitif untuk menemukan atlet dengan kemampuan teknik, karakter, dan mental juara.
Menurut Juara Dunia 1997 itu, kesinambungan pembinaan menjadi alasan utama audisi rutin digelar setiap tahun.
Tim pencari bakat tahun ini diperkuat pelatih PB Djarum, termasuk Hendrawan sebagai Koordinator Atlet Putri dan Leonard Holvy de Pauw sebagai Koordinator Atlet Putra.
Sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia juga turut memantau peserta sejak hari pertama seleksi.
Hendrawan menilai penyelenggaraan di tiga kota menjadi kesempatan besar bagi atlet daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka.
"Kami juga menyoroti pentingnya teknik, footwork, kontrol lapangan, serta mental bertanding menghadapi perubahan sistem skor BWF menjadi 15 poin x 3 game mulai 2027," terang Hendrawan.
Sementara Leonard Holvy de Pauw menekankan pentingnya kombinasi teknik dasar, agresivitas, daya tahan, kecerdasan membaca permainan, dan fighting spirit bagi atlet putra.
Rangkaian audisi dimulai dengan tahap screening menggunakan sistem gugur satu game hingga 21 poin tanpa deuce. Peserta yang lolos akan masuk tahap turnamen.
Juara di Pekanbaru dan Makassar akan mendapat Super Tiket, sedangkan di Kudus Super Tiket diberikan kepada semifinalis putra dan finalis putri untuk melaju ke tahap karantina.
Karantina berlangsung pada 14 September hingga 9 Oktober 2026 dengan dua tahap eliminasi.
Peserta yang lolos akan menerima Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung bersama PB Djarum.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi PB Djarum hingga 1 September 2026. (gal/him)
Editor : Abdul Rochim