JAKARTA - Partai puncak AFC Futsal Asian Cup 2026 antara Indonesia dan Iran berakhir dengan skenario paling menegangkan.
Setelah bermain imbang 5-5 hingga extra time, laga harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam momen krusial tersebut, Iran keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4 dan memastikan gelar juara.
Final yang digelar di Indonesia Arena itu menyajikan drama tanpa henti sejak menit awal hingga akhir.
Indonesia tampil berani menghadapi tim paling berpengalaman di Asia dan bahkan beberapa kali berada di atas angin.
Keunggulan sempat kembali diraih Indonesia di babak extra time kedua melalui gol ketiga Israr Megantara.
Hattrick Israr membawa Garuda unggul 5-4 saat waktu tersisa kurang dari dua menit.
Situasi itu membuat Indonesia sangat dekat dengan gelar juara pertamanya di level Asia.
Namun Iran menunjukkan mental juara. Dengan strategi power play, tekanan terus dilancarkan ke pertahanan Indonesia.
Hasilnya, gol penyama tercipta di detik-detik akhir dan mengubah skor menjadi 5-5. Hingga extra time usai, tak ada gol tambahan yang tercipta.
Adu penalti pun menjadi penentu.
Dalam fase tersebut, satu kegagalan dari kubu Indonesia menjadi pembeda.
Israr Megantara yang sebelumnya tampil gemilang harus menerima kenyataan pahit setelah eksekusinya mampu digagalkan kiper Iran.
Sementara para penendang Iran tampil tenang dan sukses menuntaskan tugasnya.
Iran memastikan kemenangan adu penalti 5-4 sekaligus mempertahankan reputasi mereka sebagai kekuatan utama futsal Asia.
Meski gagal mengangkat trofi, performa Timnas Futsal Indonesia patut mendapat apresiasi tinggi. Secara permainan, Indonesia mampu mengimbangi Iran.
Ahmad Habibie tampil impresif di bawah mistar dengan sejumlah penyelamatan penting.
Samuel Eko dan Reza Gunawan memberi kontribusi besar dalam membangun serangan.
Final ini mencatat total 10 gol sepanjang waktu normal dan extra time—menjadi salah satu laga paling dramatis dalam sejarah AFC Futsal Asian Cup.
Indonesia harus puas sebagai runner up.
Namun perjalanan hingga partai puncak menunjukkan perkembangan signifikan dan menegaskan bahwa Garuda bukan lagi sekadar penantang, melainkan sudah menjadi bagian dari elite futsal Asia.
Kekalahan ini memang menyakitkan, tetapi juga menjadi bukti bahwa jarak Indonesia dengan para raksasa Asia kini semakin tipis. (*/him)
Editor : Abdul Rochim