Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Motoishi Perkecil Ketinggal atas Timnas, Kedudukan Sementara Indonesia 2-1 Jepang

Abdul Rochim • Kamis, 5 Februari 2026 | 20:51 WIB
Indonesia vs Jepang
Indonesia vs Jepang

JAKARTA – Duel semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 antara Indonesia dan Jepang menjelma menjadi panggung adu mental. Bukan hanya soal strategi dan teknik, tetapi juga keberanian. Hingga pertengahan babak kedua, Timnas Futsal Indonesia tampil penuh percaya diri dan sukses membuat Jepang bermain di luar ritme terbaiknya.

Sejak menit awal, pesan Indonesia sangat jelas: Garuda Futsal tidak datang untuk menjadi penonton sejarah. Mereka ingin menciptakan sejarah.

Babak Kedua Memanas, Samuel Eko Terus Mengganggu Jepang

Memasuki menit ke-30, Samuel Eko kembali menjadi ancaman utama bagi pertahanan Jepang. Kali ini bukan lewat gol, melainkan pressing agresif yang memicu kepanikan.

Samuel menekan Harada yang menguasai bola di sisi kiri. Pada saat bersamaan, gawang Jepang kosong karena kiper Hiroshi Tabuchi terlalu jauh naik membantu serangan. Bola nyaris direbut dan hampir mengarah ke gawang kosong, meski akhirnya hanya menghasilkan lemparan gawang. Situasi itu cukup menjadi tanda bahwa Jepang mulai kehilangan ketenangan.

Jepang Mengancam, Tiang Gawang Selamatkan Indonesia

Jepang berusaha bangkit lewat skema bola mati. Tendangan bebas Yusei Arai dilepaskan dengan keras, tetapi hanya membentur mistar gawang. Benturan bola dengan tiang menjadi momen lega bagi Indonesia, sekaligus peringatan bahwa Jepang belum sepenuhnya menyerah.

Ketegangan Meningkat, Adu Fisik Tak Terelakkan

Pada menit ke-28, tensi pertandingan naik drastis. Pelanggaran Mochammad Iqbal terhadap Shunta Uchida memicu kericuhan kecil. Dorong-dorongan terjadi, Ryoto Kai terlibat kontak fisik dengan Ardiansyah Nur, dan bangku cadangan Indonesia ikut bereaksi.

Wasit segera turun tangan untuk meredam situasi. Laga berlanjut, tetapi atmosfer berubah. Ini bukan sekadar semifinal, melainkan pertarungan mental dua tim yang sama-sama ingin melangkah ke final.

Jepang Mulai Kehabisan Ide, Indonesia Semakin Percaya Diri

Tekanan tanpa henti dari Indonesia perlahan membuat serangan Jepang kehilangan arah. Samurai Biru mulai ragu menaikkan garis permainan karena ancaman serangan balik cepat Garuda Futsal.

Sebaliknya, Indonesia justru semakin berani. Beberapa kali serangan balik hampir berbuah gol tambahan. Brian Ick nyaris mencetak gol spektakuler pada menit ke-27, tetapi sepakan keras kaki kirinya dari luar circle hanya membentur mistar gawang Jepang.

Jepang Bermain Nekat, Tabuchi Terus Meninggalkan Gawang

Tertinggal dua gol membuat Jepang mengambil risiko besar. Hiroshi Tabuchi semakin sering meninggalkan gawang untuk ikut membangun serangan.

Risiko tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mencuri bola. Garuda Futsal terlihat siap memanfaatkan setiap celah yang muncul.

Gol Bunuh Diri, Indonesia Menjauh 2-0

Momen krusial terjadi pada menit ke-23. Ardiansyah Nur mengirim bola ke depan yang coba disambut Brian Ick. Namun Takehiro Motoishi salah mengantisipasi dan justru membelokkan bola ke gawangnya sendiri.

Gol bunuh diri tersebut membuat Indonesia unggul 2-0. Jepang terlihat terpukul, sementara kepercayaan diri Garuda Futsal semakin meningkat.

Habiebie Kembali Jadi Tembok Terakhir

Setelah tertinggal dua gol, Jepang bermain habis-habisan. Shunta Uchida sempat melepaskan tembakan kaki kanan, tetapi Ahmad Habiebie kembali menunjukkan ketenangan dengan blok bersih menggunakan kaki.

Sepanjang pertandingan, Habiebie tampil konsisten sebagai benteng terakhir. Setiap ancaman Jepang selalu berhadapan dengannya.

Pertahanan Solid, Jepang Dipaksa Menembak dari Jarak Jauh

Disiplin pertahanan Indonesia terlihat jelas di awal babak kedua. Jepang kesulitan menembus area berbahaya dan lebih sering dipaksa mengambil opsi tembakan jarak jauh.

Brian Ick bahkan sempat memblok sepakan Yamanaka pada menit ke-22. Kerja keras kolektif seluruh pemain Indonesia membuat Jepang sulit menemukan celah.

Iqbal Nyaris Menambah Keunggulan

Indonesia hampir memperlebar jarak pada menit ke-21. Israr Megantara mengirim umpan mendatar dari sisi kiri yang langsung disambar kapten Mochammad Iqbal. Namun Tabuchi masih sigap menepis bola dengan kaki.

Babak Pertama Jadi Fondasi Keunggulan

Pada babak pertama, Indonesia sudah lebih dulu memberi tekanan mental. Gol pembuka Samuel Eko pada menit ke-12 menjadi titik balik pertandingan.

Sepakan kaki kiri dari luar circle sempat memicu peninjauan VAR sebelum akhirnya disahkan wasit. Sejak momen itu, kepercayaan diri Jepang terlihat menurun.

Jepang Unggul Penguasaan Bola, Indonesia Unggul Mental

Secara statistik, Jepang lebih dominan dalam penguasaan bola. Namun futsal bukan sekadar soal possession.

Indonesia tampil rapat, disiplin, dan sabar. Setiap peluang Jepang selalu terhenti. Bahkan dua kali tiang gawang menyelamatkan Indonesia dari kebobolan.

Brian Ick sempat membuat publik tegang saat tergeletak memegangi betis kanan akibat cedera lama, tetapi ia kembali bermain—menjadi simbol tekad Indonesia untuk tidak menyerah.

Motoishi Perkecil Ketertinggalan

Jepang akhirnya memperkecil jarak. Takehiro Motoishi menebus kesalahannya lewat sepakan keras. Ahmad Habiebie sempat menepis, namun bola tetap bergulir masuk ke gawang.

Skor berubah menjadi 2-1, Indonesia masih memimpin.

Pertandingan belum usai. Namun satu hal sudah terlihat jelas: Timnas Futsal Indonesia kini berdiri sejajar, bertarung dengan keberanian, dan menantang dominasi Jepang di panggung Asia.

Editor : Abdul Rochim
#timnas futsal indonesia #link live streaming Piala Asia Futsal 2026 #Timnas Futsal Indonesia vs Jepang #link live streaming timnas futsal indonesia vs jepang #Samuel Eko #Final AFC Futsal Asian Cup 2026 #Live Streaming Futsal Indonesia vs Jepang #Semifinal Piala Asia Futsal 2026 #Ardiansyah Nur