RADAR KUDUS – Duel panas perempat final AFC Futsal Asian Cup 2026 mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (3/2/2026) malam pukul 19.00 WIB.
Pertarungan ini menjadi panggung pembuktian dua tim dengan latar berbeda. Indonesia melangkah ke fase gugur sebagai pemuncak Grup A, sementara Vietnam datang sebagai runner-up Grup B dengan reputasi tim yang kerap menyulitkan lawan.
Skuad Garuda: Komposisi Final Pilihan Hector Souto
Pelatih kepala Hector Souto tetap mengandalkan daftar 14 pemain final yang telah didaftarkan sejak awal turnamen. Komposisi ini memadukan pemain senior yang matang secara taktik dengan talenta muda yang tampil eksplosif di fase grup.
Penjaga Gawang
-
Ahmad Habibie
-
Muhammad Nizar
Anchor / Fixo
-
Rizki Xavier
-
Ardiansyah Nur
-
Rio Pangestu
-
Dewa Rizki Amanda
Flank
-
Brian Ick
-
Mochammad Iqbal Iskandar
-
Firman Adriansyah
-
Reza Gunawan
-
Yogi Saputra
-
Syauqi Saud Lubis
Pivot
-
Samuel Eko
-
Israr Megantara
Skuad ini menjadi fondasi kesuksesan Indonesia di fase grup, termasuk kemenangan telak 5-0 atas Korea Selatan dan kemenangan krusial 5-3 kontra Kirgistan yang memastikan status juara grup.
Baca Juga: AFC Futsal 2026: Indonesia Hadapi Vietnam di Babak Perempat Final
Poros Permainan Indonesia
Samuel Eko dan Israr Megantara disiapkan sebagai ujung tombak utama yang bertugas membuka ruang dan menuntaskan peluang. Di sisi sayap, Iqbal dan Brian Ick menjadi senjata penetrasi cepat.
Sementara itu, peran Rizki Xavier di posisi anchor krusial dalam menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang, sekaligus memutus alur transisi lawan.
Vietnam: Senyap tapi Efektif
Timnas Futsal Vietnam datang dengan pendekatan berbeda. Meski detail daftar 14 pemain final tidak diumumkan secara rinci ke publik, pelatih Diego Giustozzi memastikan skuadnya terdiri dari kombinasi pemain berpengalaman dan generasi muda yang sedang dipersiapkan untuk target jangka panjang, termasuk Piala Dunia futsal.
Beberapa nama kunci yang menjadi tulang punggung Vietnam antara lain:
-
Nguyễn Minh Trí (Pivot) – striker andalan dengan naluri gol tinggi
-
Nguyễn Thịnh Phát (Pivot) – target man yang kuat di area sempit
-
Pham Đức Hòa (Fixo/Midfield) – pengatur tempo dan transisi
Vietnam lolos sebagai runner-up Grup B setelah mengalahkan Kuwait dan Lebanon, serta hanya kalah tipis dari Thailand.
Catatan ini menegaskan karakter mereka sebagai tim yang disiplin dan sulit dikalahkan.
Pola Main dan Tantangan Vietnam
Vietnam dikenal mengandalkan kecepatan flank dan pergerakan tanpa bola yang agresif. Mayoritas pemain mereka berusia 21–23 tahun, memberi energi tinggi sepanjang laga.
Giustozzi juga memanfaatkan laga uji coba sebelum turnamen—termasuk melawan Afghanistan—untuk menyempurnakan keseimbangan bertahan dan menyerang.
Analisis Duel Perempat Final
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dengan kontras gaya bermain:
-
Indonesia: menekankan kontrol permainan, keseimbangan lini, serta efektivitas pivot.
-
Vietnam: mengandalkan tempo cepat, eksploitasi sayap, dan penyelesaian klinis dari pivot senior.
Keuntungan publik tuan rumah berada di pihak Indonesia, namun pengalaman Vietnam di laga-laga krusial membuat duel ini jauh dari kata aman.
Perempat final ini bukan sekadar adu kualitas pemain, melainkan ujian konsistensi, ketenangan, dan kecermatan mengambil keputusan di momen-momen kecil yang menentukan.
Pemirsa dapat mengikuti live score dengan mengeklik link ini live score.
Editor : Abdul Rochim