Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sejarah Bola Basket Kursi Roda pada Paralimpiade yang Menyita Perhatian Dunia

Abdul Rochim • Jumat, 30 Agustus 2024 | 23:52 WIB
MENYITA PERHATIAN: Bola basket sepatu roda menjadi sorotan di Paralimpiade Paris 2024. (sumber: ibwf.org)
MENYITA PERHATIAN: Bola basket sepatu roda menjadi sorotan di Paralimpiade Paris 2024. (sumber: ibwf.org)

PARIS, RADARPATI.ID - Setelah berakhirnya Olimpiade Paris 2024 yang penuh kemeriahan, kini giliran Paralimpiade 2024 yang unjuk gigi.

Mulai 28 Agustus hingga 8 September, para atlet difabel dari seluruh dunia akan bersaing.

Salah satu cabang olahraga yang diprediksi menjadi pusat perhatian adalah bola basket kursi roda.

Dilansir dari olympics.com, bola basket kursi roda telah menjadi bagian dari Paralimpiade sejak awal penyelenggaraannya.

Cabang olahraga ini pertama kali diperkenalkan pada Paralimpiade 1960 untuk atlet laki-laki, dan sejak itu terus berkembang.

Awalnya, bola basket kursi roda dikembangkan di Amerika Serikat sebagai bentuk rehabilitasi bagi para prajurit yang terluka dalam Perang Dunia II.

Tak lama kemudian, Inggris ikut serta mengembangkan versi olahraga ini.

Olahraga bola basket ini dikenal sebagai bola jaring kursi roda, dipelopori oleh Sir Ludwig Guttmann di Rumah Sakit Rehabilitasi Tulang Belakang di Stoke Mandeville.

Kedua negara tersebut terus mempopulerkan bola basket kursi roda hingga semakin dikenal di seluruh Eropa.

Popularitasnya meningkat secara signifikan setelah tim Amerika Serikat berpartisipasi dalam pertandingan internasional di Stoke Mandeville, Inggris.

Minat terhadap olahraga ini pun menyebar ke berbagai belahan dunia.

Pada tahun 1949, turnamen nasional pertama diadakan di Illinois, AS, diikuti oleh enam tim.

Pada tahun yang sama, dibentuklah Asosiasi Basket Kursi Roda Nasional (NWBA) di Amerika Serikat.

Seiring bertambahnya peminat, bola basket kursi roda pun tampil di panggung dunia pada Paralimpiade 1960 di Roma, Italia, dan kini dimainkan di hampir 100 negara.

Olahraga ini telah berkembang menjadi salah satu cabang Paralimpiade yang paling dinamis, penuh aksi, dan menantang.

Pada Paralimpiade Rio 2016, sebanyak 12 tim putra dan 10 tim putri bertanding memperebutkan medali di cabang ini.

Seiring waktu, negara-negara Eropa lainnya juga terus mengembangkan bola basket kursi roda, meningkatkan kompetisi antarklub di tingkat benua.

Hal ini menciptakan peluang bagi banyak negara untuk meningkatkan keterampilan mereka dan menjadi lebih kompetitif di panggung internasional.

Sayangnya, Indonesia belum memiliki wakil di cabang olahraga bola basket kursi roda untuk Paralimpiade 2024 Paris.

Di Asia, hanya tim wanita dari Tiongkok dan Jepang yang turut berpartisipasi.

Kedua tim kini berjuang di grup yang berbeda, dengan harapan dapat melaju ke babak knockout.

Bola basket kursi roda telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Paralimpiade sejak 1960 untuk kategori putra dan 1968 untuk kategori putri.

Olahraga ini menawarkan kombinasi kecepatan, keterampilan, dan kerja sama tim yang mengesankan.

Dengan lebih dari 108 negara yang kini memasukkan bola basket kursi roda ke dalam budaya olahraga mereka, popularitasnya terus meningkat.

Meski peraturan permainan sedikit berbeda dari bola basket biasa, dengan penyesuaian khusus.

Seperti pengoperan bola setelah dua kali dorongan kursi roda, olahraga ini tetap menawarkan keseruan yang luar biasa. (*)

Editor : Abdul Rochim
#Paralympic games Paris 2024 #paralimpiade #paris #2024 #olympics #bola basket kursi roda