Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Stadion Wergu Wetan Tak Layak Liga 2, Super Soccer Arena akan Jadi Home Base Persiku, Manajemen Harus Lakukan Ini

Galih Erlambang Wiradinata • Rabu, 5 Juni 2024 | 01:39 WIB

 

JADI ALTERNATIF: Penampakan Stadion Supper Soccer Arena, di Desa Rendeng Kudus yang digunakan untuk kompetisi sepak bola wanita usia dini. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)
JADI ALTERNATIF: Penampakan Stadion Supper Soccer Arena, di Desa Rendeng Kudus yang digunakan untuk kompetisi sepak bola wanita usia dini. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)

KUDUS, RADARPATI.ID – Manajemen Persiku Kudus harus berpikir keras untuk menyambut kompetisi Liga 2 tahun depan.

Pasalnya Stadion Wergu Wetan tidak layak untuk menggelar kompetisi Liga 2.

Manajemen Persiku tengah menakar beberapa pertimbangan di mana home base atau markas Persiku sementara.

Alternatifnya, manajemen akan berkomunikasi pihak PT Djarum untuk menggunakan Stadion SuperSoccer Arena Kudus.

Langkah ini agar tim berjuluk Macan Muria bisa bermain di kota kebanggaan.

Skuad Persiku tidak menjadi tim musafir. Serta meminimalisasi pengeluaran pembiayaan yang cukup menguras.

Stadion Supersoccer Arena sendiri, mulai dibangun pada 23 Mei 2022 di atas tanah seluas 135.326 meter persegi dengan luas bangunan 28.002 meter persegi.

Stadion ini memiliki dua lapangan dengan satu lapangan utama berukuran 68x105 meter untuk lapangan sepak bola dan lapangan pendukung dengan dimensi 30x60 meter yang digunakan untuk olahraga panahan dan mini soccer.

Di atas lapangan ditanam rumput sintetis stadndar FIFA dengan tribun penonton berkapasitas 1.100 orang. Juga dilengkapi toilet bagi penyandang disabilitas.

Manajer Persiku Kudus, M. Ilham Akbar mengatakan, akan melakukan evaluasi bada hukum Persiku dahulu serta di dalam kepengurusan manajemen.

Pasalnya Liga 2 direncanakan akan digulirkan pada bulan Agustus atau September.

Sementara terkait stadion Wergu Wetan tidak mumpuni. Beberapa fasilitas yang ada tidak layak. Mulai dari rumput hingga tribun penonton.

”Maka dari itu bisa jadi tim musafir (Berkandang di luar Kudus). Kami juga akan minta bantuan ke PT Djarum untuk bisa diizinkan main di SuperSoccer Arena,” ungkapnya.

Ilham melihat, Stadion SSA yang berada di Desa Rendeng ini sudah cukup layak. PSSI telah memverifikasi stadion milik PT Djarum.

”Kami berusaha menghubungi PT Djarum agar untuk mendukung Persiku,” katanya.

Terkait pembiayaan tim Persiku di Liga 2 nanti, Ilham akan membahas lebih mendalam dengan semua pihak.

Langkah ini perlu dilakukan, lantaran kebutuhan anggaran untuk mengarungi kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia tidak sedikit.

Ilham juga memikirkan apabila laga Persiku di Liga 2 ingin disaksikan banyak mata pendukung setianya.

Melihat Stadion SSA secara kapasitas penonton belum mempuni. Alternatifnya, laga akan digelar dengan pembatasan ataupun yang terberuk tanpa penonton.

Apabila animo masyarakat atau suporter tinggi, terpaksa Persiku akan menjadi tim musafir.

Dua Stadion Utama Kebondalem, Kendal dan H. Moch Soebroto, Magelang digadang-gadang akan dijadikan sebagai markas Persiku nanti. (gal/him)

 

Editor : Abdul Rochim
#stadion #Liga3 #kudus #Liga2