Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Cerita di Balik 2 Gol Sensasional Dewangga saat Menghajar Arema FC : Kaki Sempat Kram

Achmad Ulil Albab • Selasa, 13 Februari 2024 | 19:26 WIB
KEREN : Pemain muda potensial PSIS Semarang Alfeandra Dewangga tampil impresif pada pekan ke-24 BRI Liga 1. (M. IQBAL AMAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEREN : Pemain muda potensial PSIS Semarang Alfeandra Dewangga tampil impresif pada pekan ke-24 BRI Liga 1. (M. IQBAL AMAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)



SEMARANG, RADARPATI.ID – Kemenangan PSIS Semarang atas Arema FC pada pekan ke-24 BRI Liga 1 2023/2024, tidak lepas dari penampilan impresif salah satu pemainnya yaitu Alfeandra Dewangga.


Dewangga berhasil menceploskan dua gol spektakuler dari tendangan jarak jauh di luar kotak penalty, dengan kaki kidalnya.

Dua gol yang menghukum kiper Arema FC Julian Schwarzer, gol tersebut sangat sensasional dan spektakuler.


Untuk diketahui pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta itu PSIS Semarang menang 4 – 1 atas tuan rumah Arema FC.


Dua gol PSIS lainnya juga dicetak oleh Riyan Ardiansyah dengan kaki kanannya melalui tiang jauh yang tak dapat dijangkau kiper.


Namun, gol Dewangga mendapat sorotan publik. Pasalnya proses kedua gol cukup unik yaitu dilakukan dengan cara yang hampir sama.

Gol sensasional itu bukan hanya kebetulan saja. Karena Dewangga mempunyai kecenderungan menggunakan kekuatan kaki kiri.

Beberapa kali dalam penampilan di klub maupun timnas pun sering menggunakan kaki kirinya.


Meski terkadang upayanya tak berbuah gol. Namun aksi yang ditunjukkan saat menekuk Arema 4-1 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali cukup fenomenal. Sangat jarang Dewangga menciptakan dua gol dengan kaki kirinya.


Usut punya usut, ternyata salah satu faktor utamanya adalah tidak adanya striker murni. Pasca hengkangnya Carlos Fortes, PSIS tak punya sosok predator di kotak penalty sekaligus mesin gol.

Sehingga semua pemain harus mencari cara agar bisa merusak pertahanan Arema FC ataupun menghasilkan gol dari cara-cara lain.


“Tanpa striker murni kita sulit untuk melakukan kombinasi crosing dan lainnya. Apalagi saat dengan Arema sangat ketat. Jujur, kita juga bingung mau membongkarnya seperi apa salah satunya dengan tembakan jarak jauh,” ujar Dewangga saat ditemui di mess pemain.


Rupanya, pemain yang baru saja diperpanjang kontrak hingga 2027 itu tak pernah melakukan latihan tendangan dari bola hidup.

Sebenarnya ia juga tak menyangka dua gol cantik itu dilesakkan dengan cara yang hampir sama.

“Kalau sering latihan justru malah lathan seringnya di free kick aja. Karena selain permainan bola hidup, bola mati sangat menguntungkan bagi tim,” jelasnya.


Ia juga mengungkapkan, gol kedua tendangan pisang yang terjadi sebenarnya hanya spekulasi. Saat itu kondisi kakinya sudah kram karena sudah di penghujung laga.

Melihat menit-menit akhir membuatnya termotivasi untuk melepaskan tembakan. Tak disangka justru berbuah gol cantik.

Jika saja Dewangga tak berani berspekulasi, tentu gol indah tersebut tak akan tercipta.


“Lihat menit terakhir kan yowis lah, shoting aja langsung, kalau memang gol ya Alhamdulillah, nggak ya yang penting sudah mencoba,” pungkasnya. (mia/zal/aua)

 

 

Editor : Achmad Ulil Albab
#timnas #Sensasional #jarak jauh #Mesin Gol #gol #semarang #psis #Alfeandra Dewangga #Dewangga #liga 1 #spektakuler #arema fc