Iman Suherman sudah lima tahun ini menjadi pelatih kiper di Persijap Jepara. Ia bergabung Persijap sejak 2019 lalu.
Ketika Laskar Kalinyamat masih berada di kasta terbawah Liga Indonesia, Liga 3. Iman Suherman awalnya adalah pelatih kiper di tim Liga 1 Borneo FC.
Namun mantan pemain Persikab Kabupaten Bandung itu malah kepincut melatih Laskar Kalinyamat yang berada di Liga 3.
Moh. Nur Syahri Muharrom, Jepara, Radar Kudus
PRIA gempal itu menyalami satu per satu orang-orang di sekelilingnya. Mulai dari para pemain, juga rekan-rekannya sesame pelatih.
Pagi itu, memang jadi ajang pertemuan sekaligus pembubaran tim Persijap dalam mengarungi Liga 2 musim 2023/2024. Lokasinya di salah satu hotel dekat pantai di Jepara.
Selanjutnya, para pemain dan pelatih juga ofisial tim saling berpamitan. Ada yang langsung pulang, juga ada yang masih di Jepara.
Sosok gempal itu, yang merupakan pelatih kiper Persijap Iman Suherman juga ikut berpamitan. Setelah kompetisi rampung, ia memutuskan pulang kembali ke Cileunyi, Kabupaten Bandung.
”Biasanya saya habiskan buat melatih pemain. Saya juga punya akademi kiper di dekat rumah,” ungkap pelatih asal Kabupaten Bandung tesebut.
Di akademi itu, ia bisa menjaga materinya. Sekaligus mencetak kiper-kiper potensial yang baru. ”Pemain-pemain juga biasanya pada ikut latihan dengan saya,” kata Iman.
Ia tak menyangka, kebersamaannya dengan Persijap sudah bertahan hingga sekitar lima tahun. Ia mulai bergabung sejak 2019 lalu.
Dan masih bertahan hingga saat ini. Apakah musim depan ia masih bergabung? Kemungkinan besar iya.
Iman mengaku telah jatuh hati dengan Kabupaten Jepara. Ia sendiri tidak memiliki alasan pasti, mengapa dahulu bisa memutuskan berlabuh ke Persijap.
Yang pasti, ia mengaku tertarik dengan tim ini. Padahal, ia sendiri bukan orang Jepara. Bahkan, ia justru punya kenangan yang bisa dikatakan tak enak semasa jadi pemain.
Kala ia masih jadi kiper di Persikab Kabupaten Bandung, di kompetisi Divisi Satu saat itu, ia bersam timnya bertandang ke Jepara.
Saat itu Persikab kalah 1-0 atas Persijap di Kamal Junaidi. Kenangan itu masih membekas di kepalanya hingga hari ini.
Di tahun 2019 lalu, saat pertama kali ia menangani Persijap, ia juga turut andil mengantarkan Persijap juara Liga 3 dan promosi ke Liga 2.
Iman menceritakan, saat itu ia masih jadi bagian dari tim pelatih kiper Borneo FC.
Bermula dari melihat sosial media Persijap, ia tertarik dengan tim ini. Pucuk dicinta, ulam pun tiba, ia mendapat tawaran dari Persijap untuk jadi pelatih kiper.
Karena ketertarikannya dengan Laskar Kalinyamat, ia langsung ambil tawaran itu. Alasannya, selain karena tantangan, menurutnya Persijap jadi salah satu tim yang punya legenda.
Tak sepatutnya berkutat di Liga 3. Ia pun bertekad bisa jadi bagian untuk mengantar Persijap bisa kembali ke kasta teratas Liga Indonesia.
Ia pun bersyukur, kondisi Jepara juga menurutnya nyaman. Sebab itu, ia tak jarang menghabiskan waktu untuk nongkrong di tempat favoritnya saat tugas melatih rampung, yaitu angkringan.
Di sana, ia juga biasa menerima para suporter ngobrol bareng membahas beragam hal. Sehingga, terjalin kedetakan antara suporter dengan tim. (rom/aua)