Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Mengenal Kapten Persiku Kudus Heri Ivan Setiadi Bek Persiku si Raja Tarkam

Galih Erlambang Wiradinata • Senin, 5 Februari 2024 | 21:12 WIB

 

TEMBOK TERAKHIR: Kapten Persiku Kudus Heri Ivan Setiadi.  (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR KUDUS)
TEMBOK TERAKHIR: Kapten Persiku Kudus Heri Ivan Setiadi. (GALIH ERLAMBANG W/ RADAR KUDUS)

 

 

KUDUS, RADARPATI.ID - Bek tengah Heri Ivan Setiadi pemain yang cukup disegani di Persiku Kudus. Karir sepakbolanya dimulai saat membela tim tarkam.

Meski sedang libur kompetisi, ia tetap turun ke ajang sepakbola tarkam tersebut.

Lini belakang Persiku Kudus di Liga 3 musim ini terbilang kokoh. Kondisi ini terjadi apabila pria berbadan tinggi dan kekar Heri Ivan Setiadi diturunkan.

Kapten tim berjuluk Macan Muria ini cukup ditakuti para lawan.

Para penonton yang menyaksikan Persiku terhibur dengan pemain yang dijuluki Buto ini. Heri terkenal disiplin dalam menjaga jantung pertahanan Persiku.

Apabila ia berhasil mengahalau bola dari pertahanan Persiku, penonton bersorak.

Karir Heri ini di dunia sepakbola ini tak instan. Dia cinta dengan si kulit bundar ini sejak usia dini. Bakatnya kemudian dikembangkan dengan bergabung di Sekolah Sepakbola (SSB) Poerma.

”Dulu saya 2018 ditawari masuk ke Persiku, namun saya masih kuliah. Karena harus memilih (Sepakbola atau kuliah, Red) saya memutuskan untuk menyelesaikan kuliah saya,” ungkapnya.

Di masa kuliah itu, Heri tak putus dengan hobinya. Ia tetap bermain bola. Dirinya bermain bola dari kampung ke kampung. Atau disebut tarkam.

Karir sepakbolanya dibentuk saat tarkam. Ia terjun ke tarkam sejak tahun 2016 lalu. Saat itu usia pria berambut bergelombang ini berumur 18 tahun.

Heri menyebut, karirnya ditarkam cukup moncer. Raja tarka asal Kudus telah malang melintang di dunia sepakbola arus bawah. Seluruh wilayah Jawa Tengah hampir pernah dikunjungi.

”Pernah juga main di Jawa Barat sampai ke Kalimantan juga pernah,” kenangnya.

Kontribusinya di dunia sepakbola akhirnya dilirik oleh Persiku. Saat itu kondisi finansial Persiku sedang tidak sehat.

Namun Heri menerima tawaran itu. Karena ia cinta dengan Kudus dan tak memikirkan besaran gaji.

”Saya saat itu ga mikir berapa gajinya, yang penting berpatrisipasi. Malah dikasih rejeki melaju ke semifinal dan masuk ke putaran nasional,” kata pemain yang pernah membela BJL 2000 itu.

Heri melihat kebanyakan pemain yang berlaga kompetisi Liga 3 Jawa Tengah ini, kebanyakan bermain di tarkam.

Ia cukup hafal dan kenal dengan para pemain. Oleh karena itu, ia cukup menghafal gaya permainannya.

Pria berusia 28 tahun ini, akan mempersiapkan diri maksimal mengarungi putaran nasional Liga 3. Heri selalu memberikan motivasi kepada rekannya di lapangan untuk bermain ikhlas dan dengan hati.

”Kalau sudah main dengan enak kemanangan akan didapat. Saya juga apabila ada keselahan yang dibuat jangan disudutkan, kami beri motivasi. Agar tidak ngedown,” katanya.

Saat ini tim Persiku tengah diliburkan sampai waktu yang belum ditentukan. Di tengah liburnya tim Heri masih mengikuti tarkam. Serta latihan fisik dan kemampuan secara rutin. (gal/him)

Editor : Achmad Ulil Albab
#Persiku #tarkam #liga 3 #bek #kapten #Macan Muria #kudus #jawa tengah #heri ivan #kokoh #tangguh