RADARPATI.JAWAPOS.COM – Pemerintah menargetkan penambahan jaringan jalan tol baru sepanjang 1.500 kilometer hingga 2029.
Untuk mengejar sasaran tersebut, percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus didorong, termasuk melalui dukungan pendanaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar menyampaikan target tersebut dalam forum pembahasan pengembangan tahap II JTTS di Jakarta pada Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: Nusron Wahid Dikabarkan ke Malaysia saat Jadwal Pemeriksaan KPK, Ini Penjelasannya
Target pembangunan jalan tol itu masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Menurut Roy, pencapaiannya membutuhkan strategi pembangunan yang terukur serta dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sumber pembiayaan alternatif.
“Jadi dengan target Rencana Strategis (Renstra) di tahun 2029, dan penugasan melalui Perpres kepada PT. HK, harapannya untuk mencapai target Renstra 1.500 km di tahun 2029, dan hal tersebut telah disanggupi oleh Direktur Utama PT. Hutama Karya,” ujar Roy, dikutip dari Ditjen Bina Marga.
Sejumlah ruas JTTS masih dalam tahap pengerjaan.
Dua di antaranya adalah Tol Palembang-Betung di Sumatera Selatan dan Junction Pekanbaru-Bypass Pekanbaru di Riau.
Progres Tol Palembang-Betung Capai 81,99 Persen
Berdasarkan laporan Hutama Karya pada Mei 2026, progres konstruksi Tol Palembang-Betung sepanjang 69,2 kilometer mencapai 81,99 persen hingga April 2026.
Sementara itu, pembebasan lahannya tercatat mencapai 87,45 persen.
Pembangunan ruas tersebut dibagi menjadi tiga bagian. Palembang-Rengas memiliki panjang 21,5 kilometer dengan progres konstruksi 92,07 persen.
Kemudian, Rengas-Pangkalan Balai sepanjang 33 kilometer mencapai 89,88 persen.
Adapun bagian Pangkalan Balai-Betung sepanjang 14,7 kilometer mencatat progres konstruksi 57,17 persen.
Perbedaan capaian tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian masing-masing bagian ruas masih berjalan dengan kecepatan berbeda.
Keberadaan Tol Palembang-Betung diharapkan memperkuat konektivitas Palembang dengan sejumlah wilayah di Sumatera Selatan.
Ruas ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan menuju Jambi ketika jaringan tol terkait telah tersambung.
Tol Lingkar Pekanbaru Tembus 76,30 Persen
Pembangunan jaringan JTTS di Riau juga berlanjut melalui ruas Junction Pekanbaru-Bypass Pekanbaru yang merupakan bagian dari Tol Rengat-Pekanbaru.
Media Center Riau melaporkan pada 7 Mei 2026, progres konstruksi ruas sepanjang 30,57 kilometer tersebut mencapai 76,30 persen hingga April 2026. Sementara itu, progres pengadaan lahan berada di angka 85,08 persen.
Ruas ini terdiri atas tiga seksi, yaitu Junction Pekanbaru-Rimbo Panjang sepanjang 5,70 kilometer, Rimbo Panjang-Siak sepanjang 11,70 kilometer, serta Siak-Bypass Pekanbaru sepanjang 13,17 kilometer.
Plt Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyebut ruas tersebut akan menjadi simpul penting yang menghubungkan jaringan jalan tol di Provinsi Riau.
Pengerjaan proyek juga disertai rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang untuk mendukung kelancaran konstruksi.
Dengan berlanjutnya pembangunan di berbagai wilayah Sumatera, percepatan penyelesaian ruas tol menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung target pengembangan jaringan jalan tol nasional hingga 2029. (*)