Alasan Utama Presiden Prabowo Reshuffle Lagi Kabinet. Ini Daftar Lengkapnya

Zakarias Fariury • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 14:28 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) menyampaikan pidato saat peresmian hasil program revitalisasi Cagar Budaya Nasional di Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Revitalisasi tersebut menjadi tahap awal rencana besar PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengembalikan bangunan Stasiun Semarang Tawang ke bentuk aslinya yang dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blaauboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1911 sebelum diresmikan pada 1914.
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) menyampaikan pidato saat peresmian hasil program revitalisasi Cagar Budaya Nasional di Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Revitalisasi tersebut menjadi tahap awal rencana besar PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengembalikan bangunan Stasiun Semarang Tawang ke bentuk aslinya yang dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blaauboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1911 sebelum diresmikan pada 1914.

RADARPATI.JAWAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto kembali merombak jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Perombakan ke-7 ini tercatat menjadi yang paling kerap dilakukan seorang kepala negara dalam kurun dua tahun awal masa pemerintahan sejak era Reformasi.

Sejumlah jabatan strategis di tingkat menteri, wakil menteri, hingga kepala lembaga mengalami rotasi dan pengisian figur baru.

Daftar Pejabat Baru yang Dilantik

Berikut adalah nama-nama menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga baru yang resmi diambil sumpahnya oleh Presiden Prabowo:

Bahlil Lahadalia: Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM

Sugiono: Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)

Dudung Abdurachman: Menko Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam)

Arrmanatha Nasir: Menteri Luar Negeri

Muhammad Sarmuji: Menteri Perindustrian

Listyo Sigit Prabowo: Kepala Staf Kepresidenan (KSP)

Deddy Prasetio: Kepala Badan Reforma Agraria Nasional

Drajad Hari Wibowo: Wamenko Bidang Perekonomian

Nurkholisoh Ibnu Aman & Luky Alfirman: Wakil Menteri Keuangan

Muhammad Saleh Mustafa: Wakil Menteri Pertanian

Irwan Meilano: Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan

Nuzran Joher: Ketua Ombudsman RI

Arianto Wibowo: Wakil Kepala BPKP

Muhammad Fadil Imran: Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa

Dikritik Tak Efektif dan Semakin Gemuk

Langkah Presiden Prabowo merombak struktur kabinet justru menuai kritikan dari para pengamat. Pakar Komunikasi Politik LSPR, Lely Arrianie, menilai reshuffle kali ini belum memenuhi ekspektasi publik yang menginginkan susunan pemerintahan lebih efektif dan efisien.

Lely menyoroti keputusan Prabowo yang dinilai sekadar menggeser orang dekat ketimbang melakukan evaluasi berbasis kompetensi. Salah satunya rotasi Sugiono dari posisi Menteri Luar Negeri menjadi Menko PMK.

"Pejabat yang menurut masyarakat tidak lagi layak dan kompeten hanya digeser posisinya. Tugas Menko PMK kan sebatas mengoordinasikan, sementara porsi teknis ada di menteri. Ini menunjukkan komodasi politik," kata Lely.

Selain itu, bertambahnya porsi wakil menteri dan kepala badan mempertegas pembengkakan struktur kabinet (goblin cabinet).

Merujuk kalkulasi Center of Economic and Law Studies (Celios), pembengkakan postur kabinet Prabowo berpotensi menyerap anggaran operasional, gaji, dan tunjangan hingga Rp1,95 triliun selama lima tahun masa jabatan.

Menjaga Keseimbangan Relasi dengan Jokowi

Masuknya mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) juga dinilai sebagai langkah strategis menjaga harmoni politik dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Pengamat Politik CSIS, Nicky Fahrizal, berpandangan bahwa reshuffle yang terlalu sering mencerminkan upaya Prabowo mencari keseimbangan stabilitas politik alih-alih fokus mengakselerasi performa pemerintahan.

"Pergantian yang terlalu cepat ini memperlihatkan Presiden lebih fokus mencari keseimbangan politik. Penunjukan Listyo Sigit di KSP mempertegas komitmen Prabowo untuk tetap menjaga relasi baik dengan Pak Jokowi," jelas Nicky.

Nicky menambahkan bahwa tantangan utama pasca-reshuffle adalah membuktikan bahwa perombakan ini sanggup membenahi pola komunikasi publik serta memperbaiki kualitas kebijakan pemerintah yang dinilai masih kerap tumpang-tindih selama dua tahun terakhir. (*)

Editor : Zakarias Fariury
reshuffle kabinet merah putih daftar reshuffle kabinet presiden prabowo