RADARPATI.JAWAPOS.COM - Estafet kepemimpinan tertinggi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) resmi memasuki babak krusial.
Komisi III DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon tunggal Kapolri, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, pada Kamis (1/10/2026).
Pengusulan Kepala BNN tersebut dilakukan Presiden Prabowo Subianto guna menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang telah mengabdi sejak 27 Januari 2021.
Baca Juga: Alasan Kapolri Listyo Sigit Diganti Suyudi Ario Seto
Pergantian ini menandai berakhirnya era kepemimpinan Listyo Sigit yang telah berlangsung selama kurun waktu kurang lebih 5 tahun 8 bulan.
Catatan durasi tersebut resmi menobatkan Listyo Sigit sebagai Kapolri terlama kedua dalam sejarah Indonesia di era modern, tepat di bawah Kapolri pertama, Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo (1945–1959) yang memegang tongkat komando selama lebih dari 14 tahun.
Proses transisi ini berjalan sesuai koridor Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, di mana pengangkatan dan pemberhentian Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden dengan persetujuan parlemen.
Apabila seluruh tahapan persetujuan DPR dan Keputusan Presiden rampung, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto secara resmi akan dilantik sebagai Kapolri ke-26.
Baca Juga: Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listiyo Sigit
Berikut adalah pembedahan rekam jejak, dinamika politik-hukum, serta rincian historis di balik pergantian pucuk pimpinan Korps Bhayangkara:
Peta Durasi Jabatan Kapolri Terlama
Listyo Sigit berhasil melampaui rekor masa jabatan para pendahulunya di era reformasi, seperti Jenderal Pol. Sutanto (3 tahun 3 bulan) dan Jenderal Pol. Tito Karnavian (3 tahun 3 bulan).
Kepemimpinannya yang konsisten selama 5,8 tahun hanya kalah dari era kepemimpinan R.S. Soekanto di awal kemerdekaan.
Rekam Jejak Operasional & Reserse Komjen Suyudi
Lulusan Akpol 1994 ini berlatar belakang kuat di bidang reserse. Kariernya berjenjang mulai dari operasional Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, memimpin sejumlah Polres strategis, menjabat Wakapolda Metro Jaya (2023), hingga dilantik sebagai Kapolda Banten (2024).
Elevasi Karier di BNN dan Pangkat Bintang Tiga
Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo melantik Suyudi sebagai Kepala BNN menggantikan Marthinus Hukom.
Korps Raport kenaikan pangkatnya menjadi Komisaris Jenderal (bintang tiga) dipimpin langsung oleh Listyo Sigit pada September 2025, sebelum akhirnya kini disiapkan menjadi penerus pimpinan institusi.
Dinamika Eskalasi Isu Pergantian
Wacana pergeseran kepemimpinan Polri sempat mencuat sejak akhir Agustus 2025 menyusul demonstrasi besar yang memicu tuntutan reformasi kelembagaan dari kelompok masyarakat sipil.
Kendati sempat memanas pada September 2025, mekanisme resmi pengusulan Surpres dan fit and proper test baru terealisasi secara mutlak pada Oktober 2026.
Prosedur Administratif dan Ketentuan Regulasi
Sesuai tata tertib perundang-undangan, DPR memiliki tenggat waktu maksimal 20 hari untuk memberikan persetujuan atau penolakan atas nama calon yang diajukan Presiden.
Persetujuan kilat dari DPR memastikan proses penetapan dan pelantikan resmi Suyudi sebagai Kapolri baru dapat segera dieksekusi.
Transisi kepemimpinan dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Komjen Suyudi Ario Seto menjadi momentum penting bagi pembaharuan tata kelola penegakan hukum, pemeliharaan keamanan nasional, serta penguatan profesionalisme Polri dalam menjawab tantangan zaman. (*)
Editor : Zakarias Fariury