RADARPATI.JAWAPOS.COM - Potensi bencana gempa megathrust di kawasan Selat Sunda kembali menjadi sorotan.
Kendati waktu terjadinya belum dapat diprediksi, tingginya potensi dampak membuat langkah mitigasi di wilayah pesisir hingga perkotaan—termasuk Jakarta dan Banten—menjadi prioritas mendesak.
Baca Juga: Daftar 14 Zona Megathrust Terbaru di Wilayah Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa zona megathrust Selat Sunda menyimpan potensi gempa hingga magnitudo 8,9 yang berisiko memicu gelombang tsunami.
Estimasi Dampak Tsunami dan Guncangan Gempa
Kajian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta BMKG memaparkan sejumlah skenario dampak bencana di beberapa wilayah:
Pesisir Banten & Jawa Barat
Berada paling dekat dengan pusat gempa, kawasan ini berpotensi diterjang gelombang tsunami dengan ketinggian melebihi 1,5 meter.
Pesisir Utara Jakarta
Gelombang tsunami diperkirakan membutuhkan waktu tempuh sekitar 2,5 jam untuk mencapai pesisir Jakarta dengan estimasi ketinggian gelombang berkisar 0,5 meter.
Dampak Guncangan Struktural
Jakarta berpotensi mengalami guncangan gempa pada skala intensitas VI hingga VII MMI (Modified Mercalli Intensity). Risiko kerusakan bangunan meningkat lantaran sebagian besar struktur tanah Jakarta berupa lapisan aluvial lunak yang memicu amplified getaran.
Ancaman Tambahan
Selain megathrust, wilayah Jakarta juga dibayangi risiko gempa akibat aktivitas Sesar Cimandiri yang berpotensi merusak bangunan non-standar.
Prosedur Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana
Sebagai langkah antisipasi, BMKG menekankan pentingnya respons yang tepat saat terjadi keadaan darurat:
Penghuni Gedung Bertingkat
Diimbau tetap tenang, segera melindungi kepala dan tubuh di bawah area aman, menghindari penggunaan lif, serta menggunakan tangga darurat setelah guncangan mereda.
Masyarakat Pesisir
Diwajibkan memahami jalur evakuasi mandiri dan memantau informasi resmi dari sistem peringatan dini tsunami BMKG.
Pemerintah & Pengembang: Perlu memperketat evaluasi ketahanan struktur bangunan (standard earthquake-resistant design) dan infrastruktur vital.
Hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi waktu terjadinya gempa secara pasti. Peringatan mengenai potensi megathrust Selat Sunda dikeluarkan sebagai dorongan untuk memperkuat kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko korban jiwa serta kerusakan materiil. (*)