Warga Bikin KTP Otomatis Dapat Rekening untuk Bansos? Ini Penjelasannya

Zakarias Fariury • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 07:55 WIB
Ilustrasi Uang
Ilustrasi Uang

RADARPATI.JAWAPOS.COM - Pemerintah tengah mematangkan wacana strategis untuk membukakan rekening bank bagi seluruh warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat usia.

Kebijakan yang merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan untuk mempermudah, mempercepat, serta memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) maupun program bantuan pemerintah lainnya dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.

Baca Juga: Jadwal Pencairan 6 Bansos Rp900 Ribu September 2026

Dua lembaga perbankan penyalur di bawah Himpunan Bank Negara (Himbara) yang ditunjuk untuk menjalankan amanat ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Integritas Data Kependudukan dan Potensi Stimulan Rp 50 Ribu–Rp 80 Ribu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa skema penataan ini bakal mengintegrasikan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri dengan basis data Bank Indonesia (BI).

Kriteria Penerima Rekening: Pembukaan rekening ditargetkan bagi setiap warga negara Indonesia yang telah berusia di atas 18 tahun dan belum memiliki rekening bank.

Mekanisme Otomatisasi KTP: Pemerintah sedang mendiskusikan skema pembentukan rekening secara otomatis bagi warga yang baru melakukan pengurusan atau pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Baca Juga: Bansos Ditahan karena Judol? Ini Cara Mengatasinya

Insentif Saldo Awal: Sebagai bentuk stimulan, pemerintah mengkaji pemberian dana awal gratis sebesar Rp 50.000 hingga Rp 80.000 yang langsung diisikan ke dalam rekening baru tersebut.

Kesiapan Bank Himbara dan Status Pembahasan

Terkait dengan risiko operasional seperti potensi timbulnya biaya administrasi (cost admin) dari keberadaan rekening pasif, pihak bank Himbara menyatakan kesiapan dan kemampuannya untuk menopang skema tersebut. Pengisian saldo awal minimum senilai Rp 50.000 dinilai cukup untuk menjaga keaktifan dasar akun perbankan.

Kendati demikian, Menteri Keuangan menekankan bahwa penunjukan BRI dan BSI serta detail operasional pembuatan rekening massal ini masih berada dalam tahap pembahasan awal di tingkat pemerintah sentral sebelum nantinya diputuskan secara final. (*)

Editor : Zakarias Fariury
Bansos September jadwal bansos PKH BPNT cek bansos kapan bansos cair