Kaca pintu rumah milik Sri Suryanti pecah dan ditemukan empat butir peluru gotri di dalam rumah.
Peristiwa tersebut baru diketahui Sri pada pagi hari ketika mendatangi rumah untuk mengantarkan makanan kepada anaknya yang tinggal di sana. Saat tiba, ia mendapati kaca pintu depan berlubang dan retak.
“Kemungkinan aksinya dilakukan malam hari. Waktu saya ke sini pagi, pintunya sudah bolong.
Baca Juga: Warga Lahar Pati Desak Galian C di Sungai Setro Ditutup, Akses Tambang Dipasangi Portal Beton
Terus saat saya buka, ternyata ada empat biji peluru (gotri) di lantai dalam rumah. Tepat di dekat pintu,” ungkap Sri.
Temuan tersebut membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi. Sri menduga kejadian itu berkaitan dengan aktivitas suaminya yang berinisial Y.
Suaminya diketahui baru berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi bersama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
“Suami saya ikut ke Jakarta, karena menjadi sopirnya Om Botok. Mungkin ada sangkut pautnya dengan itu,” tutur Sri.
Sri mengaku khawatir aksi tersebut kembali terjadi dan mengancam keselamatan keluarganya. Ia berharap kejadian serupa tidak berlanjut.
“Harapannya jangan sampai begini. Kami orang di rumah jadi takut. Kalau teror seperti ini lanjut terus, keselamatan keluarga kami terancam,” keluhnya.
Meski demikian, hingga kejadian tersebut diketahui, Sri belum membuat laporan resmi kepada kepolisian.
Kapolsek Trangkil AKP Suntoro membenarkan pihaknya belum menerima laporan dari korban.
Namun, polisi tetap turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan.
“Belum ada laporan resmi dari korban, tapi kita baru saja turun untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian,” ujar Suntoro.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kronologi, mengidentifikasi pelaku, serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut. (adr/lin)