Mendikdasmen Mu'ti Kirim 5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu ke Seluruh Sekolah di Indonesia dari Kudus

Abdul Rochim • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 17:19 WIB

Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti mengirim 5,5 juta eksemplar buku ke seluruh seklah di Indonesia dari PT Pura Group, Kabupaten Kudus, Jumat (31/7/2026). (GALIH ERL/RADAR PATI)

Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti mengirim 5,5 juta eksemplar buku ke seluruh seklah di Indonesia dari PT Pura Group, Kabupaten Kudus, Jumat (31/7/2026). (GALIH ERL/RADAR PATI)

KUDUS – Sebanyak 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu mulai didistribusikan ke ribuan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh Indonesia.

Pengiriman buku yang dipusatkan dari Kabupaten Kudus ini menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperkuat budaya literasi sekaligus memperluas akses peserta didik terhadap bahan bacaan berkualitas.

Pelepasan distribusi buku dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di PT Pura Group, Kabupaten Kudus, Jumat (31/7/2026).

Acara tersebut turut dihadiri jajaran direksi Pura Group, Bupati Kudus, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Ahmad Luthfi: Heritage Jawa Tengah Harus Tetap Lestari

Abdul Mu’ti mengatakan, penyediaan buku bacaan bermutu menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk meningkatkan kemampuan literasi sebagai fondasi pendidikan yang berkualitas.

"Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi dan mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua," ujarnya.

Total buku yang didistribusikan mencapai 5.538.300 eksemplar, terdiri atas 3.688.800 buku untuk jenjang SD dan 1.849.500 buku untuk SMP dengan nilai anggaran sekitar Rp 40 miliar.

Dari Kudus, jutaan buku tersebut akan dikirim ke 18.444 SD dan 6.165 SMP yang tersebar di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi di Indonesia.

Setiap SD penerima memperoleh 200 buku yang terdiri atas 100 judul, masing-masing dua eksemplar. Sementara setiap SMP menerima 300 buku yang terdiri atas 100 judul dengan masing-masing tiga eksemplar.

Sekolah penerima diprioritaskan berdasarkan hasil Asesmen Nasional (AN) 2025, terutama sekolah dengan kemampuan literasi murid yang masih berada di bawah kompetensi minimum atau kategori 1.

Prioritas juga diberikan kepada sekolah yang belum menerima bantuan buku literasi pada 2022 dan 2024.

Menurut Abdul Mu’ti, penguatan literasi tidak hanya dilakukan melalui distribusi buku, tetapi juga melalui tiga kebijakan utama, yakni membangun kebiasaan membaca, meningkatkan kecakapan membaca melalui kurikulum, serta memastikan kecukupan bahan bacaan di sekolah.

"Ketiga, kecukupan bahan bacaan. Nah, ini kita lakukan pengiriman buku dan lainnya serta penataan sekolah agar punya minimal satu ruang perpustakaan," katanya.

Ia berharap keberadaan buku-buku tersebut mampu menumbuhkan budaya membaca sejak dini sekaligus meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung peserta didik.

"Hingga 2026, Kemendikdasmen telah mendistribusikan lebih dari 42 juta eksemplar buku bacaan bermutu untuk anak-anak di berbagai daerah di Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pura Group, Bambang Handoko, menyatakan pihaknya bangga dapat berkontribusi dalam program peningkatan literasi nasional.

PT Pura Barutama memperoleh paket pencetakan sebanyak 5.538.300 eksemplar buku melalui proses lelang terbuka Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Bambang berharap seluruh proses distribusi berjalan lancar sehingga buku dapat diterima sekolah tepat waktu dan tepat sasaran.

"Harapannya semoga buku-buku yang dikirim bisa sampai tepat waktu, tepat sasaran, dan aman di tujuan," pungkasnya. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
PT Pura Barutama literasi sekolah Kemendikdasmen buku bacaan bermutu kudus